Jungkook POV
aku pikir jin akan jujur denganku tentang kejadian semalam, nyatanya dia sama sekali tidak menghubungiku walaupun aku tidak menghubunginya sama sekali sejak semalam. Aku melihat semuanya, karena itulah aku tidak bisa marah dengan jin karena aku tau jika itu semua bukan kesalahannya. Tapi semua berubah saat aku melihatnya begitu dekat dengan taehyung, seolah semalam tidak terjadi apa apa antara mereka.
Akupun memutuskan untuk tidak menghiraukannya, aku memilih lebih fokus dengan latihan kali ini. Aku tau jika dia sejak tadi memperhatikanku, tapi aku berusaha mengacuhkannya karena bayang bayang kejadian semalam masih menghantuiku.
***
Taehyung POV
Kepalaku sangat pusing saat bangun pagi ini, aku ingat jika semalam aku pergi ke bar untuk minum minum sampai hal terakhir yang aku ingat aku pergi ke apartemen jinhyung. Tapi ini aku sudah ada di rumah, apa mungkin jinhyung yang mengantarku pulang? Entahlah.
Kalau di ingat ingat, kemarin adalah hari terburuk yang aku alami. Bagaimana tidak, di saat aku mulai membuka hati untuk orang lain tapi akhirnya aku harus merasakan patah hati karenanya. Aku sangat kesal, entah kenapa di kepalaku kembali terlintas tentang jinhyung yang baru saja mengirim pesan di grup chat mengabarkan jika dia baru sampai di Korea. Aku sangat merindukannya, sudah cukup lama kami tidak bertemu.
Aku mulai meminum alkohol yang ada di depanku, entah sudah berapa botol yang aku minum sampai pegawai bar tersebut ada yang menghentikanku.
Kepalaku masih terlalu pusing untuk mengingat kejadian semalam, karena itu aku pun memutuskan untuk segera keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambil air minum. Aku menuju ruang tv, aku nyalakan dan duduk di sofa mencari acara yang bagus untuk ku tonton. Dan entah kenapa aku merasakan pipiku sedikit sakit, aku mencoba mengingat kembali apa yang semalam sudah terjadi sampai pipiku terasa sedikit sakit.
"Astaga, jinhyung" seketika aku terkejut saat samar samar aku mulai mengingat kejadian semalam, aku ingat aku menciumnya.
"Oh tuhan, apa yang sudah aku lakukan? Jinhyung pasti marah denganku, dan bagaimana kalau Jungkook tau hal ini? Siaaaaal.. taehyung, kau benar benar dalam masalah kali ini" aku mengumpati kebodohanku, aku bingung harus bersikap seperti apa nanti saat kami harus bertemu. Aku tidak mau hal seperti ini akan mengganggu di kemudian hari, karena itu aku segera mengambil ponselku dan menghubungi jinhyung.
"Hallo Hyung?"
"Iya Tae?" Jinhyung menerima panggilanku, entah kenapa aku merasa jinhyung bersikap seperti biasa saja.
"Emm Hyung, maaf. Apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanyaku ragu ragu
"Kau sudah ingat semua?" Jantungku terasa ingin berhenti saja saat mendengar nada suara jinhyung yang berubah sangat dingin, dia pasti marah. Aaaahhhhh, siaaaal
"Hyung, Hyung, aku benar benar minta maaf. Semalam aku sudah lepas kontrol sampai berbuat seperti itu padamu. Sekali lagi maafkan aku Hyung." Aku terus saja memohon
"Sudah?"
"Tae, Hyung tidak tau kau sedang ada masalah apa, tapi lain kali jangan kau luapkan emosimu dengan mabuk mabukan. Beruntung kau kesini dengan kondisi baik baik saja, bagaimana jika terjadi hal buruk saat kau di jalan?"
"Iya Hyung, aku minta maaf. Tapi Hyung, untuk masalah itu..."
"Sudah Tae, kita tidak perlu membahas itu dan aku juga tidak mau membahasnya. Lebih baik kita lupakan semua, dan tolong jangan bercerita pada siapapun, aku tidak mau membuat orang orang salah paham, terlebih itu Jungkook." Hatiku sedikit sakit saat mendengar jinhyung mengatakan itu, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya?
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
FanfictionMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
