"mandilah dulu, aku akan membuat makan malam dulu untuk kita." Ucap Jungkook begitu masuk ke apartemen mereka, jin hanya mengangguk lalu segera menuju ke kamar mereka. Tidak butuh waktu lama akhirnya jin selesai bersih bersih, dia berjalan menuju dapur mendekati Jungkook yang tengah sibuk memanggang daging disana. Jin memeluk Jungkook menenggelamkan wajahnya di leher Jungkook. Jungkook bisa merasakan suhu tubuh jin yang kembali menghangat, dia menghentikan aktifitasnya dan Segera mengecek kening jin.
"Badanmu hangat lagi yoebo, sebaiknya tunggu aku di meja makan sebentar lagi makanan akan selesai." Jin menggeleng lalu membalik posisi Jungkook agar bisa memeluknya dari belakang lagi.
"Emmm masaklah JK, aku hanya ingin memelukmu seperti ini saja." Jungkook pun hanya bisa pasrah dan kembali melanjutkan aktifitasnya. Seolah sudah terbiasa dengan sikap jin, dia tidak merasa kesal sekalipun dengan sikap jin.
Selesai makan malam jin dan Jungkook kembali ke kamar ingin segera istirahat, tapi sebelumnya Jungkook sudah memberikan obat untuk jin.
Kini mereka berdua sudah ada di atas ranjang, jin sudah merebahkan kepalanya di atas lengan Jungkook sambil memeluknya. Malam itu jin sudah bertekad untuk menyelesaikan masalah mereka, dia yakin jika Jungkook masih kecewa dengannya dan dia tidak mau hal seperti iniberlarut terus menerus. Jin mengambil satu lengan Jungkook yang bebas, dia memberikan belaian halus sebelum menggenggamnya. Karena mereka memiliki tinggi yang hampir sama, sudah tentu jin akan dengan mudah melihat ke arah wajahnya. Entah dia sudah tidur atau belum, yang jelas jin lihat Jungkook sudah memejamkan matanya. Ada sedikit ragu saat jin hendak mulai berbicara, tapi kemudian
"Ada yang ingin kau bahas yoebo?" Tanya Jungkook tiba tiba saat jin sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"A ah, eoooh, emmm JK a, sejauh apa kau tau tentang kejadian itu?" Meskipun ragu, jin akhirnya berhasil memulai perbincangan mereka.
"Hemm, mungkin bisa dibilang hampir semuanya."
"Apa? Lalu..lalu.. kenapa kau tidak menegurku saat itu? Dan kenapa aku bahkan tidak tau kalau kau ada disitu? Ini benar benar aneh Jungkook sii" wajah jin semakin menatap Jungkook, dia masih tidak percaya jika Jungkook tidak melakukan apapun saat itu padahal dia tau sendiri bagaimana sifat Jungkook.
"Mungkin kau terlalu menikmatinya sampai tidak menyadari kedatanganku" Jungkook masih tenang sambil menanggapi jin,
"Yaa Jungkook sii, apa yang kau bilang hah? Mana mungkin aku menikmatinya, lagipula dia bukan kau." Nada jin tiba tiba merendah saat mengatakan kalimat terakhirnya itu, seluruh wajahnya tiba tiba memerah. Entah apa yang ada di otak jin, tangannya tiba tiba saja sudah bergerak seperti gerakan berjalan di atas perut keras Jungkook. Tentu saja itu membuat siempunya segera membuka matanya terkejut dengan tindakan jin, tapi beruntung dia sangat sergap menangkap tangan jin dan menghentikannya.
"Tidak sekarang yoebo, tubuhmu masih belum siap." Jin mendekatkan bibirnya di telinga Jungkook memberinya sedikit kecupan halus disana.
"Aku tidak peduli, tubuhku sedang menginginkannya." Bisik jin dan itu berhasil membuat Jungkook sedikit menggeram menahan gairahnya, dia mencoba menutup matanya.
"Yoebo, tolong berhenti. Kau bilang ingin membicarakan hal itu kan?"
"Awalnya, tapi bukankah kau bilang kau sudah melihat semuanya? Lalu untuk apa lagi kita bahas itu? Ada yang lebih penting dari itu sekarang." Jin semakin berani, dia menciumi seluruh tulang selangka leher Jungkook, membuatnya segera menarik jin dan memposisikan jin naik ke atasnya. Mata Jungkook menatap wajah jin yang seakan benar benar sedang memohon untuk memberi kebutuhannya sekarang, tubuhnya sudah tidak bisa menahan hal yang sudah lama mereka tahan.
"Kau mau apa jin?" Seakan mendapat ijin, jin mendekat dan berbisik
"Aku menginginkanmu" seketika Jungkook bangun membuat jin harus jatuh di atas punggungnya sendiri
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
FanfictionMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
