"sayang sekali jika jinhyung tidak memulai debut aktingnya, padahal aku sudah sering dengar dia mendapat tawaran itu tapi dia tidak pernah menghiraukannya." Ucap hobi. Saat ini dia sedang bersama namjoon dan Suga di mobil setelah dari restoran.
"Itu pilihan dan keputusan jinhyung hobi a, aku yakin pasti ada alasan untuk itu." Jawab namjoon yang terlihat sibuk dengan ponselnya, sedangkan hobi sedang menggulir galeri ponselnya yang memperlihatkan video mereka yang sedang syuting film pendek mereka.
"Lihatlah namjoon a, bukankah jinhyung terlihat sangat senang saat melakukan ini?" Hobi menunjukkan video di balik layar proses syuting mereka, namjoon melihatnya kemudian tersenyum.
"Iya, sepertinya kita semua juga sangat menikmati hal hal seperti ini."
"Bukan itu namjoon a, lihatlah ekspresi jinhyung."
"Hoseok a, lebih baik kita tidak perlu membahas ini. Apalagi di depan jinhyung, lagipula kita juga tidak tau yang ada dipikirannya." Suga yang sejak tadi diam akhirnya mulai menengahi pembicaraan kedua adiknya itu, dia sebenarnya sangat tau apa alasan dibalik penolakan jin.
"Aku benar benar masih belum mengerti kenapa dia menolak tawaran bagus ini," Hobi masih mencoba menebak alasan jin dengan wajah penuh penasaran, walaupun hanya dalam pikirannya saja.
"Jangan berpikir macam macam hoseok a, apalagi jika kau pikir ini ada hubungannya dengan jungkook."
"Hoaah, bagaimana kau tau isi pikiranku Hyung? Ckckck. Daebak" mata hobi melebar terkejut dengan ucapan yoongi yang tepat seperti yang ada di pikirannya.
"Ekspresi mu sudah mengatakan semuanya." Tegas yoongi.
Sedangkan di tempat lain, di apartemen Jungkook.
Jin dan Jungkook yang baru sampai di apartemen, jin segera merebahkan tubuhnya di sofa sedang Jungkook mengambil minum untuk mereka berdua.
"Kenapa kau tidak cerita jika mendapat tawaran akting?" Tanya Jungkook yang sudah duduk di samping jin, dia ikut merebahkan tubuhnya yang juga sedikit lelah karena tidurnya tadi terganggu.
Jin menghela nafas kemudian memutar tubuhnya agar bisa melihat Jungkook.
"Apa kau mengijinkan ku jika aku mengambil drama itu?" Tanya jin dengan wajah seriusnya, Jungkook yang sejak tadi hanya menyandarkan kepala dan punggungnya akhirnya ikut menegakkan duduknya dan membalas pertanyaan jin.
"Aku tidak akan pernah melarangmu jika itu yang kau inginkan yoebo. Sekarang aku ingin tanya, apa kau masih bercita cita jadi aktor?" Jungkook menatap jin semakin lekat. Sejujurnya dia sangat berat jika harus mengijinkan jin untuk bermain drama ataupun film, namun dia juga harus sadar agar tidak terlalu mengekang impian jin.
"Aku memang sangat mencintai dunia seni peran Jungkook, tapi itu bukan satu satunya impianku."
"Lalu?"
"Sejak aku memilih menjadi idola, sejak aku memilih berjuang bersama para member, sejak aku meneriakkan nama ARMY untuk pertama kali, sejak saat itu impian utamaku sudah berubah. Disini aku mendapatkan semuanya, bahkan pengalaman bermain seni peran pun sudah pernah kita lakukan. Aku pikir itu saja sudah cukup untukku. Lagipula, aku merasa kemampuan aktingku juga belum cukup bagus jika harus mengambil tawaran itu. Kekeke" Jungkook hanya diam mendengarkan setiap ucapan jin, ada rasa bangga namun juga sedikit kecewa karena lagi lagi dia harus mendengar jin yang selalu meremehkan kemampuannya sendiri.
"Kau hebat yoebo, aku percaya jika semua orang bisa melihat kemampuan aktingmu. Jadi jangan pernah berpikir jika kau tidak cukup baik, ingat, kau yang terbaik."
"Mungkin karena terlalu baiknya sampai aku tidak akan pernah rela kalau kau harus bermain peran dengan orang lain." Dengan kedua lengan menekuk di depan dada, kini Jungkook mulai berani mengeluarkan isi hatinya, paling tidak perkataan jin ini semakin meyakinkannya jika alasan penolakan jin atas tawaran itu bukanlah karena dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
FanfictionMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
