Quality time

1K 99 22
                                        

Jungkook segera berlari menuju lift apartemen jin, kaos Jersey warna merah yang dia pakai dari Qatar pun masih belum dia ganti. Dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu kekasihnya itu, apalagi saat di Qatar dia ikut menonton bagaimana jin tampil dengan cemerlang disana. Dia ikut merasakan bagaimana bangganya dia melihat sorakan meriah para penggemar saat jin naik ke atas panggung. Jin terlihat sangat bersinar disana, bahkan sinarnya tidak dapat dikalahkan oleh sang pemilik konser sendiri. Bahkan beberapa kali kamera menyorot bagaimana antusiasnya para penggemar yang melihat penampilan jin saat itu. Jungkook sangat tidak sabar untuk bertemu dengan jin dan segera memberinya selamat.

Pintu lift terbuka dan Jungkook segera melangkah menuju unit apartemen itu, dia menekan pasword dan segera berlari masuk begitu pintu itu terbuka. Jungkook melemparkan ranselnya ke sembarang tempat dan berlari kesana kemari mencari keberadaan jin. Jungkook bisa melihat pria tampan itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama favoritnya itu, wajahnya cukup terkejut karena merasa Jungkook belum mengabarinya jika penerbangannya sudah sampai. Jungkook memeluk jin hingga mendorongnya ke dinding.

"Kau benar benar luar biasa yoebo, aku sangat bangga." Jungkook menarik tubuhnya dan menatap wajah jin, membuatnya merasa Malu namun juga merasa bangga dengan pujian Jungkook. Memang benar sesaat setelah penampilannya di konser itu Jungkook segera menyelamatinya dan juga memujinya, namun kali ini berbeda karena Jungkook mengatakannya secara langsung di depannya.

Ucapan Jungkook menghangatkan hatinya, dia merasa jika dia sudah bekerja dengan sangat baik kali ini, dia berhasil membuat orang di cintanya ini bangga dengannya. Jin mengalungkan kedua lengannya di leher Jungkook dan memberinya sedikit kecupan.

"Bagaimana pengambilan gambarnya?"

"Semuanya lancar. Tapi apa kau tau yoebo? Aku sangat kesepian disana tidak ada kalian." Jin mengerutkan alisnya, dia tau karena diapun merasakan hal yang sama. Tapi dia tidak mau mengatakannya karena takut akan mempengaruhi penampilan Jungkook nanti.

Jin mulai tersenyum menatap Jungkook yang masih menatapnya dengan cemberut.

"Kekeke, kau harus mulai terbiasa Jungkook a, kedepannya kita akan lebih banyak melakukan projek solo. Lagipula kita semua bisa saling mengunjungi bukan?" Jungkook nampak sedang menimbang sesuatu kemudian tersenyum menatap jin.

"Katakan kalau kau akan menemaniku nanti di sana" Jin nampak berpikir sejenak, dia tidak mau memberi harapan pada Jungkook namun juga tidak mau langsung mengecewakannya.

"Kita lihat nanti,"

"Eh?"

"Masih ada yang harus aku kerjakan Jungkook sii, lagipula tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku yakin semuanya akan baik baik saja meski kau sendirian."

"Aku tau, tapi setidaknya kau usahakan bisa kesana walaupun itu hanya saat waktunya saja."

"Kekeke, baiklah baiklah, aku usahakan nanti akan datang. Tapi jangan berharap aku bisa menontonmu disana eoh, aku tidak mau menarik perhatian siapapun."

"Lalu apa gunanya kalau kau tidak ada disana?" Lagipula yang ada disana akan lebih banyak penggemar sepakbola, bukan penggemar k pop, aku kira tidak akan ada orang yang menyadarimu disana bukan?" Jin nampak menimbang ucapan Jungkook, dia menggosok dagunya dengan satu lengannya terlipat di dada.

"Emmm, masuk akal. Baiklah nanti aku usahakan eoh."

"Sudah malam, kau juga baru sampai, sekarang bersihkan badanmu dan aku akan menyiapkan makan malam untuk kita." Jin mendorong Jungkook ke kamar mandi, sampai di depan kamar mandi jin meninggalkan Jungkook dan segera menuju dapurnya untuk menyiapkan makan malam mereka.

Selesai makan malam, mereka berdua memutuskan menonton film bersama. Dengan beberapa minuman kaleng dan juga beberapa camilan untuk menemani malam bersama mereka.

The Truth Untold || JinkookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang