Menghindar

843 76 8
                                        

Kim Taehyung POV

Sejak kejadian tadi siang aku benar benar merasa tidak enak dengan Jungkook, aku benar benar tidak berniat membuatnya sakit hati dengan tindakanku yang tiba tiba saja menciumi jin di depannya. Semua reflek aku lakukan saat jinhyung yang mencoba menggodaku saat di tengah permainan tadi. Yah, niatku hanya bercanda, tapi nyatanya laki laki di sebelahku ini sepertinya tidak menganggap seperti itu. Selama permainan dia memang terlihat sangat profesional, bahkan dia masih bisa menanggapi candaan jinhyung.

Awalnya ku kira semua baik baik saja, tapi saat pulang aku melihatnya mencoba menjauhi jinhyung. Tidak seperti biasanya, aku melihatnya pergi dengan mobil yang berbeda, tidak bersama jinhyung.

"Apa yang kau lakukan Tae? Lihat, mereka sepertinya sudah salah paham" ucap Jimin yang tiba tiba saja ada di sampingku.

"Eoh Jimin a, aku jadi merasa bersalah dengan Jungkook. Pasti dia pikir aku tadi mencoba mengambil kesempatan."

"Yaaahh, itu juga salahmu, kenapa kau tidak bisa mengontrol dirimu. Sudah tidak perlu terlalu pusing, nanti kau coba temui Jungkook dan minta maaflah. Aku yakin Jungkook tidak akan marah denganmu. Ayo" Jimin menggandeng tanganku dan segera kembali ke drom.

Sesampainya di drom aku tidak langsung ke kamar, aku memilih duduk di pantri sambil minum dan menunggu adiknya. Seharusnya Jungkook sudah sampai di drom, tapi sudah satu jam aku menunggu dan jungkook belum juga terlihat.

Akupun mengambil ponselku kemudian mencoba menghubungi sejin Hyung mencoba menanyakan keberadaan Jungkook.

"Ah hallo Hyung"

"Iya Tae? Ada apa?"

"Hyung tau Jungkook dimana? Dari tadi aku hubungi tapi tidak di jawabnya."

"Ooh, tadi dia bilang mau pulang ke apartemennya."

"Hem, baiklah Hyung. Terima kasih Hyung, aku mau menemuinya dulu."

"Iya" akupun menutup panggilanku dan segera mengambil kunci mobilku dan segera bergegas ke apartemennya.

"Kau disini ternyata Jungkook?" Ucapku begitu Jungkook membukakan pintu apartemennya. Terlihat sekali dia masih tidak senang melihatku, sebenarnya bukan salahnya juga jika dia marah denganku. Diapun menyuruhku masuk ke dalam, aku mengikutinya menuju dapurnya.

"Sudah berapa lama kau meninggali apartemen ini Jungkook?"

"Baru hari ini." Jawabnya santai sambil mengambil minum dari kulkasnya.

"Aaahh, lalu kenapa kau hari ini kesini? Tidak ke tempat jinhyung?" Aku mengikutinya menuju ruang tamu dan duduk di sebelahnya. Beberapa saat dia masih diam sambil sesekali menenggak minumannya, tidak ada kata yang keluar tapi terlihat jika dia sedang memikirkan sesuatu. Ruangan itu remang remang, Jungkook sepertinya sengaja tidak menyalakan semua lampunya.

"Apa kau marah karena sikapku tadi Jungkook? Kau tau kan aku tidak bermaksud macam macam dengan jinhyung." Aku lihat Jungkook menarik nafasnya panjang.

"Aku tidak suka jika kau melakukan itu di depan kamera Hyung, aku tau baik kau dan jinhyung tidak akan mengkhianati ku, tapi aku takut melihat respon orang orang."

"Kau tau Hyung? Bagaimana rasanya harus diam setiap jinhyung harus membuat momen layaknya sepasang kekasih dengan Hyung semua, sedangkan aku hanya diijinkan bersikap seperti anak kecil jika dengan jin. Rasanya tidak adil." Suara Jungkook terdengar sangat berat saat mengatakannya, aku tau dia sudah terlalu lelah dengan keadaan hubungan mereka yang harus selalu ditutupi. Sungguh pemandangan seperti ini yang sangat tidak aku sukai, tampak air mata mulai mengalir di pipinya. Akupun tidak tega dan dengan segera aku berpindah posisi dengan menghadapnya sambil berlutut. Ku pegang pipinya dan mencoba menghapus airmatanya.

The Truth Untold || JinkookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang