Aku Iri

978 72 5
                                        

"Jimin Hyung!! Cepatlaaah Kenapa kau lama sekali?"

"Sabar Jungkook tidak perlu berteriak, ini aku sudah siap ayo berangkat."

"Huh" pagi pagi kelinci bongsor itu sudah berteriak membuat gempar seisi drom, beruntung seluruh penunggu drom sudah berangkat lebih dulu. Hari ini mereka ada jadwal melakukan pemotretan dengan idol grup yang berada 1 agensi dengan mereka, dan semua member sejak pagi sudah disibukkan dengan persiapannya. Jungkook merasa kesal karena dia dan Jimin menjadi member yang paling terakhir  berangkat karena Jimin yang tadi susah dibangunkan. Di tambah lagi dia tidak bisa berangkat bersama jin karena dia sudah berangkat lebih dulu dengan Suga dan namjoon.

"Haah, akhirnya. Ayo Hyung kita berangkat." Jimin menyuruh sopirnya segera melajukan kendaraannya menuju studio pemotretan mereka.

"Kau ini kenapa jk, ini masih pagi dan kau sudah tidak sabaran sekali. Hem?"

"Gara gara Hyung aku tidak bisa berangkat bersama jinhyung. Kau semalam sedang apa sampai bangun kesiangan?"

"Uft. Hanya karena itu kau marah marah sepagi ini? Oh tuhan, kan kau bisa ikut mobil jinhyung? Kekeke"

"Sudah ada namjoon Hyung sama Suga Hyung, makanya aku tidak bisa ikut mereka."

"Hahaha, kau ini. Kalian sudah tiap hari bertemu kenapa masih sibuk mau berduaan terus hah?"

"Kau tidak tau Hyung, akhir akhir ini jinhyung sibuk dengan thesisnya jadi kami jarang ada waktu mengobrol. Belum lagi tugas kuliahku juga sedang menumpuk akibat kuliah online, membuatku semakin jarang bertemu jinhyung. Haaahh."

"Aaaah iya, bagaimana kuliahmu? Apa semuanya lancar?"

"Hem, semuanya lancar. Untunglah kuliah sekarang diadakan secara online, jadi aku tidak perlu bolak balik ke kampus. Tapi itulah, tugas yang semakin menumpuk." Keluh Jungkook.

"Sabar Jungkook, kalau kau butuh bantuan kau bisa minta bantuan namjoon Hyung. Kekeke"

"Aku kira kau mau menawarkan diri Hyung." Setelah 10 menit akhirnya mereka telah sampai di studio, mereka berdua segera menuju keruang tunggu untuk segera berkumpul dengan semua anggota.

"Selamat pagi semua, maaf kami terlambat." Sapa Jimin sambil membungkukkan badan kepada semua anggota yang sudah lebih dulu bersiap siap.  Terlihat anak anak dari grup TXT terlihat sudah saling bercengkrama bersama Sunbae nya Lee hyun dan para member Bangtan, mereka saling bertukar cerita dan pengalaman mereka. Jungkook yang baru masuk itu menjadi bersemangat melihat adik adiknya yang lebih dulu menyapanya dengan semangat. Dia senang, karena merasa keluarga mereka semakin banyak.

"Semua sudah berkumpul? Baik, pemotretan pertama hari ini akan di bagi menjadi 3 grup ya. Yang pertama jin, namjoon, kai, dan soobin. Yang kedua Jungkook, v, yeonjun, hobi, dan beomgyu, dan terakhir Suga, Jimin, Taehyun dan Lee hyun si." Begitulah pembagian yang sudah diberikan oleh Pd-nim.

Pemotretan dimulai dengan tim pertama, mereka sudah bersiap siap di set sambil saling bercanda. Semuanya berjalan lancar saja, namun ada seseorang yang beberapa kali mondar mandir melihat bagaimana pemotretan itu berjalan.

"Haah, aku iri sekali melihat mereka tim tinggi. Lihatlah proporsi tubuh mereka. Aku juga ingin menjadi tinggi dan bisa bergabung dengan mereka, tidak perlu tinggi seperti soobin, mungkin 183cm saja sudah cukup. Hehe" itulah ucapan Jungkook yang dia katakan saat kamera menyorotnya. Dia merasa iri tidak bisa satu tim dengan jin karena tinggi badannya masih kurang. Sebenarnya dia sudah mencukupi tinggi jin, namun memang konsep kali ini memang tidak menggabungkan Jungkook dan jin. Mungkin para staff sudah hafal dengan kelakuan 2 orang ini jika disatukan akan membuat proses semakin lebih lama maka dari itu akhirnya staff lebih memilih memisahkan mereka. Beruntung Jungkook tidak merajuk dengan pembagian tim ini, dan semua kegiatan mereka bisa selesai dengan lancar. Pemotretan hari ini berjalan dengan lancar, dan saat malam mereka memutuskan untuk makan malam bersama. Mereka memilih makan malam di restoran langganan member Bangtan yang letaknya tidak jauh dari drom mereka.

***

Saat ini member Bangtan sudah kembali ke drom kecuali namjoon dan Suga yang sudah tentu masih ada di kantor. Jin sudah masuk ke kamarnya dan kembali sibuk dengan thesisnya, sedangkan Jungkook juga sedang sibuk mengerjakan tugas kampusnya yang sudah terlalu banyak.

"Hyung, apa kau sibuk?" Jungkook masuk ke kamar jin ingin meminta bantuannya.

"Em? Sedikit kookie, ada apa?"

"Hyung, apa kau bisa membantuku mengerjakan ini?"

"Hoh? Bukan aku tidak mau membantumu kookie, tapi Hyung tidak mengerti mata kuliahmu ini, mungkin kau bisa minta bantuan namjoon. Apa dia belum kembali?" Jin melepaskan kacamatanya dan menutup laptopnya, dia memilih memberi perhatiannya ke sosok yang sekarang sudah ada di sampingnya.

"Belum Hyung, makanya aku bingung minta bantuan siapa."

"Begini saja, berikan bukumu, Hyung akan coba membantumu."

"Terima kasih Hyung"

Cup

"Aku butuh sedikit mood booster. Hehe" jin benar benar di buat merona  dengan tindakan Jungkook yang tiba tiba saja menciumnya. Mereka pun kembali bergelut dengan tugas Jungkook, dan syukurlah tugasnya bisa selesai dengan cepat.

"Aaahh.. akhirnya selesai juga yoebo. Terima kasih ya"

"Iya sama sama, baiklah kalau begitu. Kau segera istirahatlah kookie." Perintah jin sambil kembali membuka laptopnya, sebenarnya dia berencana melanjutkan pekerjaannya tapi sepertinya malam ini dia tidak bisa meneruskannya karena ulah kelinci bongsor disebelahnya.

"Sudah yoebo, apa kau juga tidak lelah?" Jungkook menahan tangan jin yang ingin membuka laptopnya, dia merebut laptop itu dan kemudian menyingkirkannya.

"Hemm. Aku memang lelah Jungkook, tapi~"

"Tidak ada tapi, aku merindukanmu yoebo. Sudah beberapa hari ini kita sibuk masing masing, aku ingin hari ini kita memberi waktu kita bersama dulu."

"Baiklah, sekarang kau mau apa?"

"Aku mau seperti ini dulu," Jungkook sudah berbalik menghadap tubuh jin dan memeluknya. Jin membalas pelukan jungkook dan mengelus punggungnya

"Apa sudah lebih baik?" Jungkook menggelengkan kepala, dia menarik tubuhnya dan menatap wajah jin.

"Kiss me?"

Cup..

"Emmm..mmm...hemppff.."

Klek

"Aaahhhh.. oh tuhan, kalian berdua apa tidak bisa kembali saja ke apartemen kalian?" Suara Suga menyadarkan mereka, dia terkejut saat masuk sudah harus melihat dua orang yang sedang dimabuk asmara itu.

"Eoh yoongi, maaf maaf. Apa kau baru pulang?"

"Suga Hyung, apa kau bisa keluar dulu? Atau tidurlah dikamarku. Hehe"

"Yaak jungkookie, harusnya kau yang keluar. Ini kamarku apa kau lupa?"

"Ini juga kamarku Hyung."

"Ckckck.. sejak kapan ini jadi kamarmu hah? Ah sudahlah, aku lelah mau tidur. Dan kalian, kalau masih mau bermesraan lebih baik pergilah ke apartemen kalian." Suga sudah berada di atas ranjangnya saat mengucapkan itu. Sepertinya moodnya sedang tidak baik.

"Kau kenapa Hyung? Apa kau tidak bisa bertemu Jihoon sampai kau marah marah seperti ini?" Goda Jungkook membuat Suga semakin emosi, dia segera berdiri dan mendatangi jin dan Jungkook yang masih duduk manis di ranjangnya.

"Hyung, lebih baik peringatkan adikmu itu agar tidak terlalu banyak keluar malam. Hashh."

"Aaah.. ternyata ada yang ditinggal bersenang senang ternyata. Huft, kekeke" Jungkook semakin semangat menggoda hyungnya itu.

"Sssut, kookie. Sudah jangan mengganggunya lagi."

"Biar Hyung, aku kesal, kenapa selalu saja Suga Hyung datang di saat yang tidak tepat."

"Kekeke, itu artinya kita harus bersabar lagi Jungkook."

"Ahh, sepertinya Suga Hyung sudah tidur, bisa kita teruskan lagi yoebo?"

"Jungkookie!!aku peringatkan kau sekali lagi, jika tidak bisa diam sana pergilah ke apartemen kalian." Suara Suga kembali terdengar dengan sedikit berteriak.

"Eoh, dia belum tidur tenyata. Wkwkwkwkwk."

************************************

The Truth Untold || JinkookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang