Last And First

1K 90 26
                                        

Jin hendak bangun dari tidurnya, namun seperti biasa dia merasa jika ada lengan yang sedang memeluknya saat ini. Gambar di tangannya terlihat sangat cantik, tanpa jin sadari dia justru sibuk bermain dengan jari jari itu alih alih segera bangun dan bersiap pergi ke kantor.

Tengah larut dengan pikirannya sendiri hingga jin tidak sadar jika pria di sampingnya itu sudah menatapnya sejak tadi.

"Apa kau hanya akan bermain dengannya?" Bisik Jungkook tepat di samping telinganya, jin cukup terkejut namun itu hanya sebentar lalu berganti dengan ekspresi bahagianya. Paling tidak usahanya ada hasil, pria ini benar benar menyusulnya.

"Kapan kau datang?" Jungkook mengeratkan pelukannya, wajahnya semakin dia tenggelamkan di ceruk leher jin.

"Baru saja.. ehemm..ehemmm.. yoebo"

"Kenapa?" Jungkook hanya menggeleng, jin mengambil kembali lengan Jungkook dan memandangi jari manis tangan kanannya.

"Jungkook a, kalau suatu saat di jarimu ini akan ada orang yang memasangkan cincin bagaimana? Apa kau akan menghapusnya?" Entah kenapa akhir akhir ini suasana hati jin semakin tidak bisa di tebak. Awalnya dia pikir karena permasalahan dia dan Jungkook, namun nyatanya sampai saat ini perasaan itu masih tetap ada. Jantungnya berdetak lebih cepat, dan itu cukup membuatnya sedikit gemetar. Ada perasaan takut, sedikit khawatir dan entahlah.

"Hem? Ada apa lagi yoebo?" Jungkook melepaskan pegangan jin dan kembali mengeratkan pelukannya, dia tau kemana arah pembicaraan ini jadi dia lebih memilih ingin mengabaikannya. Sebenarnya satu sikap jin inilah yang paling dia tidak suka, dia terlalu memikirkan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu dia khawatirkan.

"Tidak ada apa apa. Jungkook a, bangunlah. Apa kau tidak ada persiapan untuk jadwalmu nanti?" Jungkook menggeleng

"Ini masih waktu liburku yoebo, lusa aku baru pergi ke kantor untuk mengurus beberapa hal."

"Bagaimana perasaanmu? Ini juga akan menjadi awal perjalananmu Jungkook,"

"Aku sangat bersemangat, tapi~"

"Entahlah, tidak perlu di bahas dulu. Kau sendiri bagaimana? Ini akan jadi pertama kalinya juga untukmu tampil solo."

"Sama sepertimu, rasanya aneh namun menyenangkan. Kekeke,,, Seperti awal debut dulu, ada rasa takut jika mereka tidak menyukai penampilanku."

"Yoebo, kau itu sempurna. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Kalau memang ada yang berbicara buruk tentangmu, lebih baik abaikan mereka dan lebih fokuslah untuk orang orang yang mencintaimu. Terutama aku" Jungkook berbisik ketika mengatakan kata terakhirnya itu. Jin hanya bisa tersenyum saat dia merasakan satu tangan Jungkook sudah turun ke area bawahnya, belum lagi bibir Jungkook yang sejak tadi sibuk bermain di lehernya.

"Aaahhh, Jungkook a." Benar benar akan menjadi hari yang panjang untuk mereka berdua, terutama Jungkook yang sejak perjalanannya kembali ke Seoul di pikirannya hanya membayangkan apa yang ingin dia lakukan di masa liburannya yang hanya sebentar ini bersama jin.

Sempat terlena namun jin sudah lebih sigap menahan tangan Jungkook, dia berputar dan mengubah posisinya menjadi di atas Jungkook. Lengan kanannya dia gunakan untuk menahan tubuhnya sedangkan tangan satunya sibuk bermain dengan piercing di bibir Jungkook. Senyum kecil terlihat dari sudut bibir Jungkook, tangannya meraih wajah jin dan mendekatkannya ke arah wajahnya.

"Kau menyukainya?"

"Tunggu, lidahmu Jungkook." Akhirnya jin memperhatikannya, Jungkook memperlihatkan lidahnya yang sudah ada satu tindikan di dalamnya. Jin yang melihatnya merasa sedikit bergidik, tidak percaya jika Jungkook benar benar melakukannya.

"Kenapa wajahmu seperti itu?" Jin menggeleng ragu, keningnya mengkerut memikirkan sesuatu.

"Kau selalu saja melakukan hal yang aneh."

The Truth Untold || JinkookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang