"Jungkook a, jadwalmu besok sampai jam berapa?" Tanya jin saat mereka berdua di dalam mobil menuju kembali ke apartemen, mereka baru saja menyelesaikan pengambilan gambar untuk acara variety show mereka. Jungkook yang masih lelah itu masih enak merebahkan tubuhnya di kursi.
"Iya, kenapa?"
"Emm, Jimin ingin mengajak jalan jalan dan makan malam besok."
"Hemm, lagi? Bukankah 3 hari yang lalu kalian sudah pergi berdua?"
"Yah, mungkin saja Jimin sedang butuh teman. Kau tau kan kalau hanya aku dan Jimin yang sekarang masih belum ada pekerjaan?" Jungkook kemudian membuka matanya dan menoleh menatap jin di sampingnya.
"Jimin Hyung sudah mulai menggarap albumnya, kemarin aku lihat dia sudah mulai bertemu beberapa produser di kantor. Apa kau tidak tau?"
"Oh ya? Kenapa dia tidak mengatakannya?"
"Aneh, kalian bahkan sering bertemu tapi tidak tau tentang itu."
"Ada apa dengan sikapmu itu jeon Jungkook sii?"
"Aaah, apa karena ini dia ingin mengajakku? Hemmm" jin kembali menatap ponselnya, Jungkook hanya menggeleng melihat tingkah jin di sampingnya.
Sesampainya di apartemen mereka berdua segera membersihkan badan, jin yang sudah merasa sangat lelah memilih lebih dulu mandi sedangkan Jungkook pergi ke dapur untuk mengambil beberapa camilan serta beberapa kaleng minuman sambil menunggu jin selesai.
Keesokan hari
Waktu masih menunjukkan pukul 6 petang, dan jadwal jin untuk hari ini telah usai. Menjelang keberangkatannya ini dan di mulainya masa istirahat grup membuat jadwal para member mulai sangat berkurang, kecuali namjoon yang rencana debut Solonya akan di mulai bulan depan serta menjelang penampilan Jungkook praktis member sisanya sedang tidak banyak pekerjaan. Jin pun ke kantor hanya jika perusahaan sedang membutuhkannya saja, seperti hari ini.
Jin keluar dari ruangan bang Pd setelah sesi konsultasi mereka, dia berniat segera menghubungi Jimin untuk memastikan rencana mereka hari ini.
"Hallo, jiminie"
"Iya Hyung?"
"Aku sudah selesai, kita bertemu dimana?"
"Ah? Ooooh Hyung, bagaimana jika kita tunda saja dulu janji kita?"
"Em? Kenapa?"
"Maaf Hyung, aku lupa kalau sedang ada urusan hari ini."
"Urusan? Hemm, Jungkook bilang kalau kau sudah mulai menggarap albummu?"
"Ah? Eoooooh, iya Hyung. Aku sudah mulai membahas konsepnya dengan mereka, tapi yah kau tau aku butuh lebih banyak waktu untuk mulai menulis laguku."
"Ok ok, Hyung akan selalu mendukungmu jiminie. Jangan lupa hubungi Hyung jika kau butuh bantuan eoh, walaupun sepertinya kau akan lebih membutuhkan Suga dan namjoon saat ini. Kekekeke"
"Hyuuung.. jangan bicara seperti itu,"
"Kekekeke, iya iya. Baiklah kalau begitu, Hyung akan pulang dulu eoh."
"Hati hati Hyung"
"Iya"
Jin segera mengakhiri panggilannya lalu segera kembali ke apartemen.
15 menit berlalu dan kini jin sudah di pintu masuk apartemennya, dia bertemu beberapa pekerja apartemen yang terus menyapanya. Sampai di depan pintu lift dia baru menyadari sesuatu.
"Eoh, kenapa seharian ini dia tidak menghubungiku?" Batin jin saat melihat ponselnya memperlihatkan wajah sang kekasih di layar. Jin melangkah keluar lift sambil tetap fokus dengan ponselnya saat lift berhenti di lantai unit apartemennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
Hayran KurguMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
