"Jungkook a, kita ke drom."
"Hah? Lalu bagaimana dengan rencana kita?" Jungkook sedikit kesal dengan jin yang tiba tiba saja ingin membatalkan rencana mereka, padahal Jungkook sudah rela meninggalkan pekerjaannya demi bisa bersama jin.
"Jungkook, aku ingin tau hubungan taehyung dengan gadis itu. Sepertinya ada sesuatu dengan gadis itu."
"Maksudnya?"
"Sudah nanti kita bicarakan dulu dengan Jimin atau kalau bisa kita bicara dengan taehyung juga."
"Jin, aku benar benar tidak tau arah pembicaraanmu. Apa hubungannya mereka berdua denganmu? Kenapa kau sangat mengkhawatirkan mereka?"
"Apa kau cemburu? Jungkook dengarkan, ini tidak ada urusannya denganku, tapi ini akan berpengaruh dengan grup kita."
"Sudah, sekarang fokuslah mengendarai mobilnya."
Tidak lama kemudian akhirnya merekapun sampai di drom, beruntung disana hanya ada Jimin sedang taehyung masih belum kembali.
"Jimin a boleh Hyung bicara?" Jin segera memanggil Jimin di kamarnya.
"Ada apa Hyung?" Jimin sudah duduk di sofa ruang keluarga mereka bersama jin dan Jungkook.
"Jimin a, apa taehyung sedang dekat dengan seorang gadis dari perusahaan kita?" Jimin tentu saja sangat terkejut karena hanya dia saja yang tau tentang hal ini.
"Maaf Hyung, kenapa kau bertanya tentang itu?"
"Aku tadi bertemu dengan seorang gadis di gedung agensi kita. Dia bilang dia ada urusan dengan taehyung, jadi dia mendatangi kantor. Dan sepertinya dia tidak bertemu dengan taehyung, bahkan Hyung lihat wajahnya seperti ingin menangis tadi." Ah, dia juga bilang jika dia bekerja di kantin perusahaan."
"Emmm. Mungkin itu Eun Ae Hyung. Sebenarnya mereka belum benar benar ada hubungan Hyung, hanya saja Tae sepertinya sangat tertarik dengannya. Menurut taehyung gadis itu sangat baik namun hidupnya sangat kasihan Hyung, karena itulah taehyung akhir akhir ini sedang berusaha membantunya."
"Kalau taehyung hanya ingin membantu, lalu kenapa gadis itu malah seperti sangat sedih?"
"Aku juga belum tau Hyung, Tae saja belum kembali dari tadi. Nanti aku akan bicara dengannya."
"Tapi Hyung, kenapa kau menanyakan hal ini?"
"Tidak apa apa jiminie, Hyung hanya merasa kasihan melihat gadis itu. Dan lagi, Hyung juga mau melihat taehyung mendapatkan kebahagiaannya bersama gadis yang tepat." Jungkook yang mendengar itu menjadi sedikit geram, karena perhatian jin hanya tertuju dengan hubungan Tae. Jungkook segera berdiri dan menarik jin untuk masuk ke kamar jin.
"Jin, aku benar benar tidak suka melihatmu terlalu peduli dengan hubungan Taehyung, apa kau tidak bisa menghargai ku?"
"Apa maksudmu? Aku hanya mengkhawatirkan salah satu adikku, apa itu salah? Tolonglah Jungkook, jangan terlalu berlebihan."
"Berlebihan kau bilang? Sekarang aku tanya, apa untungnya kau tau tentang hubungan Tae dan gadis sialan itu? Apa kau merasa kehilangan karena taehyung sudah mulai tidak mencintaimu?" Jungkook sebenarnya juga terkejut dengan ucapannya yang terakhir, padahal selama ini dia berusaha menyembunyikan fakta bahwa taehyung memiliki perasaan kepada jin kekasihnya.
"Joen Jungkook, jaga ucapanmu. Sejak kapan kau berani mengatai perempuan seperti itu? Dan untuk perasaan taehyung, itu tidak ada arti apapun untukku, camkan itu." Jin semakin meninggikan suaranya setelah mendengar cacian Jungkook untuk seorang gadis. Mungkin jin memang tidak pernah benar benar dekat dengan seorang wanita manapun, tapi dia di didik untuk menghormati wanita siapapun itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
FanfictionMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
