Jin pergi ke dapur mengambil minuman sambil menunggu Jungkook yang sedang mandi, dia juga tidak lupa memberi tahu staf agensi tentang rencananya dan Jungkook. Tentu saja hal itu membuat para staf kebingungan, mereka segera melaporkannya pada manajernya.
"Hallo jin, apa yang di bilang staf itu benar? Kau akan ikut siaran Jungkook?" Tanya sejin dari arah seberang, sebenarnya dia tidak keberatan dengan permintaan jin namun staf lain terutama mereka yang sudah mengetahui tentang hubungan jin Jungkook khawatir jika hal ini memicu skandal lagi seperti beberapa tahun silam.
"Iya Hyung, aku takut jika kalian akan terkejut karena itu aku mengabari kalian dulu."
"Hemm, kau yakin bisa mengatasinya?"
"Tenang saja Hyung, lagipula aku hanya ikut sebentar saja."
"Baiklah kalau begitu. Jin, tolong jaga sikap kalian eoh?"
"Iya Hyung" jin mengakhiri panggilannya, setelah itu dia pergi ke ruang tamu menunggu Jungkook yang masih mandi.
Singkat cerita kini siaran langsung jungkoopun selesai, dia segera mematikan salurannya dan segera pergi ke kamarnya.
"Kau belum tidur yoebo?" Jungkook segera menempatkan tubuhnya tidur di samping jin sambil memeluknya, Jungkook pikir jin sudah tidur sejak tadi karena dia benar benar tidak bersuara selama jalannya siaran nyatanya jin sedang sibuk dengan ponselnya entah apa yang sedang dia kerjakan. Awalnya memang jin hendak kembali ke apartemennya karena takut akan mengganggu acara jungkook, namun Jungkook justru menariknya ke kamarnya.
"Tadinya mau tidur, tapi lihat ini. Mereka semua mengirimi ku pesan karena tahu aku ikut siaranmu." Ucap jin sambil menunjukkan layar ponselnya ke arah Jungkook, di layar terlihat banyak sekali pesan masuk mulai dari member sampai keluarga mereka. Jungkook melihatnya hanya tersenyum saja tanpa banyak menanggapi, dia lebih memilih mengeratkan pelukannya pada jin.
"Jadi, Jimin dan hobi kesini?" Kini jin bertanya pada Jungkook setelah menaruh kembali ponselnya ke atas meja, ada hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Jungkook hanya mengangguk menjawab pertanyaannya
"Itu artinya mereka lebih baik dari aku? Hemm" sesal jin kenapa bukan dia yang menjadi orang pertama yang menemani Jungkook
"He em, bahkan mereka juga membawakan ku hadiah"
"Yaa jungkookie, aku juga membawakanmu hadiah, apa kau tidak lihat anggur yang sudah aku bawa tadi? Lalu kue tart itu, apa kau tidak lihat bagaimana usahaku?" Jungkook mengerjakan matanya seolah baru teringat sesuatu.
"Aaah, jadi itu benar benar kau yang membawanya? Aku pikir dari staf. Kekeke"
"Yaissh kau ini" setelah perdebatan kecil itu, kini mereka berdua kembali diam. Banyak hal yang sedang mereka pikirkan, terutama seokjin yang sedang bingung memikirkan cara memberi kabar pada Jungkook tentang rencananya akan pergi ke Amerika untuk shooting.
"Jungkook a,~"
"Ssstttt... Aku tidak mau membahas apapun dulu yoebo, ini hari istimewaku aku tidak mau memikirkan apapun dulu." Jungkook segera memutus pembicaraan jin tepat setelah jin menyebut namanya. Dia sudah hafal betul jika jin sedang ingin membahas sesuatu, tapi saat ini dia merasa tidak ingin membahas apapun.
"Lalu kau mau apa?" Ucap jin sambil melingkarkan lengannya di pinggang Jungkook yang sudah berada di atasnya, jin tau sekali apa yang sedang ada di otak Jungkook karena dia bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di area bawah mereka.
"Aku hanya ingin hadiahku saja, bagaimana?" Mereka berduapun saling tertawa, menikmati malam istimewa Jungkook yang mungkin beberapa tahun ke depan akan sulit mereka rayakan bersama. Bahkan jin sudah melupakan tujuannya untuk memberi kabar Jungkook mengenai hasil rapatnya kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold || Jinkook
Hayran KurguMungkin seharusnya jungkook dan jin lebih terbuka dengan perasaanya, tapi mereka sadar jika perasaan mereka ini tidak akan bisa diterima oleh semua orang, lalu apa yang mereka lakukan selanjutnya?
