Rencana

994 72 5
                                        

Cklek..

"UPS" namjoon baru masuk ke kamar namun langkahnya terhenti saat melihat ada jin yang sedang tertidur memeluk Jungkook. Jungkook yang mendengar suara namjoon itu hanya menoleh namun memberi isyarat agar menunggunya sebentar di luar. Pelan pelan Jungkook melepaskan pelukan jin dan beranjak pergi menuju keluar untuk menemui namjoon.

"Apa kau sudah mau istirahat Hyung?"

"Sebenarnya aku sudah mau tidur jungkookie, tapi kenapa? Apa ada yang ingin kau bicarakan?" Merekapun menuju ke ruang santai untuk berbicara bersama.

"Maaf Hyung, apa tadi jinhyung menemuimu?"

"Hemmm.. iya tadi setelah selesai latihan dia menemuiku. Memangnya ada apa Jungkook a? Apa kau penasaran? Atau kau cemburu jin dekat dengan Hyung?" Namjoon melirik Jungkook mengamati reaksinya.

"Haah Hyung, untuk apa aku cemburu denganmu? Aku tau jinhyung bukanlah seleramu. Ah sudahlah, aku penasaran saja dia sedang membicarakan apa denganmu."

"Sepertinya telepatimu dengan jinhyung sangat kuat Jungkook, sebentar" namjoon mengambil tasnya dan mengeluarkan secarik kertas.

"Lihatlah ini, tadi dia memberikan ini dan menanyakan apakah aku bisa membantunya membuat lirik lagu dari kata kata itu." Namjoon menunjukkan tulisan tangan yang diberikan jin kepadanya. Jungkook melihat tulisan itu

Sum-eul chamgoseo naui badalo deul-eoganda ganda
Aleumdabgodo seulpi uneun naleul majuhanda
Ajigdo naneun naege meomulleoissda
Mogsolin naojil anhgo maemdolgoman issda

Aku menahan napas dan pergi ke laut
Aku menghadapi tangisanku yang indah dan sedih
Masihkah aku tinggal dengan diriku
Aku tidak mendengar suaraku sendiri,

Setelah melihat tulisan itu Jungkook pun menghela napas panjang, dia tau jika jin memang sedang dalam keadaan buruk.

"Maaf Jungkook, apa kau tau sesuatu? Tadi aku juga sempat menanyakan tentang sikapnya yang terlihat lebih diam dari biasanya, tapi kau tau sendiri kan bagaimana dia."

"Heem, iya Hyung. Sebenarnya aku juga belum yakin dengan permasalahannya, tapi aku sudah curiga sesuatu."

"Em? Apa itu?" Dengan penasaran namjoon menanyakan perihal jin.

"Artikel yang sekarang sedang banyak dibicarakan Hyung. Sepertinya jin terlalu banyak membaca komentar negatif dari orang orang, dan kebanyakan dari mereka membawa nama jin sebagai bahan komentar buruk mereka. Entahlah, sebenarnya agak menjengkelkan juga melihat komentar itu, apa mereka tidak tau kalau penghapusan wajib militer kita itu bukan kemauan kita, kenapa mereka sampai berkomentar seperti itu." Jungkook sangat kesal setelah mengingat bagaimana orang orang menjelekkan nama grup mereka karena rencana pemerintah untuk grup mereka, yang bahkan dengan jelas mereka sama sekali tidak tertarik. Bahkan mereka tidak ada niatan untuk mangkir dari tanggung jawab mereka sebagai warga negara.

"Ooh jadi jinhyung sudah membaca artikel itu? Hem, tidak aneh kalau begitu melihat tingkahnya seharian ini. Sebenarnya aku dan bang PD nim sudah membahas tentang masalah ini Jungkook a, tapi kami juga harus membicarakannya terlebih dahulu dengan jin. Mungkin besok aku akan membicarakannya lagi bersama mereka."

"Apa mungkin jinhyung berencana mendaftar dalam waktu dekat ini? Hyung, apa mungkin kita bisa mendaftar wajib militer itu secara bersamaan? Yah agar sekalian kita mengumumkan untuk istirahat dulu."

"Yaaa Jungkook a, tidak bisa semudah itu. Banyak yang harus disiapkan. Kita tidak bisa meninggalkan perusahaan dan army begitu saja.  Tapi mungkin kita bisa berangkat dalam jeda waktu yang tidak terlalu lama, yah agar rumah kita tidak terlalu kosong."

The Truth Untold || JinkookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang