Jaga Jarak (1)

160 16 7
                                        

Padahal Rooksoo sudah berusaha agar tidak terlalu berinteraksi dengan penghuni mansion. Itulah mengapa ia memilih tempat terbaik untuk mengasingkan dan ingin menyendiri di tempat yang tak seorangpun bisa menemukannya. Walau bisa dikatakan... dirinya masih berada di dalam mansion Henituse.

"Wah, sangat mengejutkan. Padahal aku sudah bersusah payah untuk bersembunyi dari kalian."

Awalnya Rooksoo berpikir, tak akan ada yang bisa menemukan tempat persembunyiannya di mansion ini kecuali kepala keluarga Henituse. Entah bagaimana ... Deruth selalu menemukannya, dimanapun Rooksoo mencoba untuk bersembunyi.

Deruth biasa meminta anak buahnya jika harus mencari Rooksoo diluar lingkup wilayah Henituse, tapi selama Rooksoo bersembunyi di dalam atau sekitar wilayah keluarga ini, Deruth sendiri yang akan turun tangan mencarinya.

Tapi sekarang...

"Bagaimana kalian bertiga bisa menemukanku? Cara apa yang kalian lakukan sampai bisa menemukanku disini?" heran Rooksoo, namun dirinya tidak begitu terkejut jika yang menemukannya adalah mereka bertiga.

"Hal yang seperti ini mudah bagiku." ucap Choi Han enggan, namun saat menyadari Rooksoo ingin memuji mereka-lebih tepatnya memuji dirinya, Choi Han dengan cepat menanggapi.

Daripada mendapat pujian dari orang yang sangat ia benci.

"Wah... pengawal pribadi Cale memang sangat hebat."

Tapi dirinya tetap saja menerima pujian itu. Sungguh, pujian itu malah memancing kekesalannya. "Aku tidak butuh pujian darimu."

"Oho, benarkah?" Rooksoo memandangi ketiganya bergantian, "Jadi? Apa yang kalian butuhkan dariku?"

"Kau berpura-pura tidak tahu atau kau hanya ingin menguji kami? Apapun itu berhentilah. Langsung ke inti pembicaraan saja." ucap Hyunjae mewakili kedua orang yang datang bersamanya.

Rooksoo mengangkat bahu. "Sebelum kita mulai, apa kalian tidak bisa menghilangkan tatapan menusuk itu? Tatapan kalian seperti ingin membunuhku saja."

Rooksoo bukannya takut, ia hanya mencoba mencari cara untuk mengusir mereka dan segera kembali bersembunyi agar tidak bertemu dengan yang lain.

Walau nampak cara apapun tidak akan berhasil.

"Seperti yang tadi aku katakan, kita langsung saja ke inti pembicaraan." Hyunjae menarik salah satu kursi kayu dan mendudukinya. "Dimana kami bisa menemukan 'Dia'?"

"... Kau pikir aku tahu dimana penjahat itu?"

"Siapa yang tahu? Kau kan putranya? Kau mungkin saja bertemu dengannya secara diam-diam? Ya... siapa yang tahu?"

Rooksoo terdiam, ketenangan yang ia perlihatkan tak memiliki celah untuk diruntuhkan. Justru tatapan dingin ia layangkan pada Hyunjae saat pemuda itu menyinggung sesuatu yang bisa dikatakan begitu sensitif bagi Rooksoo.

"Jika aku menjawab 'ya, aku sudah bertemu dengannya' apa kalian akan puas? Jika aku menjawab 'tidak, aku belum bertemu dengannya' apa kalian juga akan terima? Dan jika kalian sudah bertemu dengannya... apa yang akan kalian lakukan?"

Tak ada jawaban.

Lebih tepatnya... mereka masih menunggu Rooksoo melanjutkan ucapannya.

"Balas dendam? Kalian ingin menjadi kriminal sama sepertinya? Keputusan yang bodoh dan sangat gegabah. Kalian mau bertindak sendiri tanpa memberi tahu yang lain?" sesuai dugaan, Rooksoo melanjutkan. "Yoojin, Dokja, dan... Cale tidak akan menyukai hal itu."

"Kau tidak ada hak untuk mengomentari hal tindakan kami." sela Jonghyuk, "Kami tidak akan melakukan hal bodoh. Keputusan seperti itu tergantung bagaimana kau menjawab pertanyaan kami."

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang