Jaga Jarak (2)

121 17 5
                                        

Daripada disebut pernah bertemu dengan ketiganya...

"Darimana lagi kalian mendengar hal itu? Padahal aku berusaha sebaik mungkin untuk tidak terdeteksi radar menakutkan kalian," Rooksoo memilih untuk menjawab seadanya. "Tapi pertanyaan kalian itu kurang tepat."

Ketiganya menunggu.

"Merekalah yang secara kebetulan datang ke tempat itu dan secara kebetulan pula mereka bertemu denganku." tatapan sendu Rooksoo sesaat terlihat karena ia yang dengan cepat mengalihkan pandangan dari ketiganya.

"Di masing-masing tempat yang penuh kenangan pahit."

Sekelebat ingatan muncul silih berganti, bagaikan siaran gambar rusak tanpa warna. "Untung saja, baik mereka... ataupun diriku. Sama-sama tak menyinggung alasan kedatangan kami."

Di sebuah tempat... di mana Rooksoo memutuskan untuk mengambil keputusan akhir dari perjalanan hidup penuh penyesalannya selama ini. Setelah ia siap menanggung akibat dari semua hal yang terjadi.

"Maksudmu, kau tidak sengaja bertemu mereka?" Hyunjae nampak curiga, tapi dirinya sadar jika Rooksoo tidak berbohong. "Kau yakin mereka tidak mengenalimu?"

"Entahlah, mungkin saja iya? Tidak? Hm... kalian pikirkan saja sendiri." Rooksoo tak mencoba untuk mengelak, karena kenyataannya mereka memang bertemu.

Di tempat yang sama...

Pohon rimbun sejuk di pinggiran kota besar.

"Namaku Yoojin. Han Yoojin. Kakak asing yang baik hati! Namamu siapa?"

"... namaku..."

Panti asuhan sederhana yang nyaman untuk ditinggali.

"Kau tidak akan melupakanku, kan? Kau akan sering berkunjung, kan?!"

"Tentu saja, Dokja. Jadi berhentilah menangis."

Taman kecil pribadi yang indah dan menenangkan.

"Jadi Rooksoo adalah namamu sebelumnya? Jadi aku harus memanggil apa?"

"Cale, sudah aku bilang terserah padamu."

Ya. Semuanya...

Hanya pertemuan yang tidak disengaja. Hanya pertemuan singkat yang berakhir menyakitkan. Hanya pertemuan yang seharusnya tidak pernah terjadi dalam kehidupan Rooksoo.

Semua itu...

"Astaga... kalian tenang saja. Mereka bertiga tidak mengenaliku begitupun dengan aku yang berpura-pura tidak mengenali mereka."

Bagian ini bukanlah kebohongan.

"Hanya itu yang ingin kalian tanyakan? Ataukah kalian menganggap aku menunggu kedatangan mereka hanya untuk bertemu? Jangan bodoh. Aku sendiri sadar jika hal seperti itu tidak akan aku lakukan."

"Kau sadar juga dengan posisimu, ya? Tapi memang harus seperti itu. Jika kau bertemu mereka diam-diam..." Hyunjae berjalan ke arah pintu, menepuk pundak Choi Han agar pemuda itu berpindah dari tempatnya.

"Kau pasti tahu akibatnya, kan?"

Dengan raut tanpa ekspresi, Rooksoo siap melangkah pergi,"Oh, aku lupa mengatakan beberapa hal yang penting." namun hal itu ia hentikan karena teringat akan sesuatu.

Ketiganya waspada, Rooksoo yang menangkap reaksi tersebut hanya tersenyum perih, seolah apa yang akan ia katakan selanjutnya juga akan menyakiti dirinya.

"Amnesia pascatrauma... atau disebut juga dengan PTA. Penyakit ini cukup lama diderita oleh Yoojin. Lebih tepatnya..."

Kening Hyunjae mengkerut. Ia melirik Choi Han dan Jonghyuk secara bergantian. Keduanya sudah mengetahui hal ini. Itu tidak masalah, yang jadi masalah ialah bagaimana Rooksoo mengetahui hal tersebut?

Kumpulan Anak WarasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang