بسم الله الرحمن الرحيم
•
•
•
"Nyatanya, momen kecil nan sederhana lebih melekat dibanding kemewahan semata."
•sipsipp06•
Sebuah tempat berdinding putih dengan aroma khasnya, kini menjadi tempat Neisha berada. Pandangannya sedikit buram, efek pantulan sinar lampu yang langsung menusuk mata.
Haus, itu yang Neisha rasakan. Tangannya mencoba menumpu badan, berusaha duduk dengan tenaga yang ada. Diraihnya gelas di meja samping brankar dengan posisi tangan yang tertusuk jarum infus.
Sedetik saja seseorang telat datang, gelas bening itu tadi dipastikan jatuh dan pecah.
"Sebentar, aku pegangin. " Mashel menuntun gelas tadi ke mulut Neisha.
"Lagi?" Neisha menggeleng.
"Tiduran lagi aja, ya?" Sebuah anggukan menjadi jawaban.
Setelah memastikan posisi Neisha aman, Mashel duduk di kursi samping brankar. Bibirnya tersenyum merekah penuh makna.
"Yang sakit bagian mana, Sha?" tanyanya lembut sambil mengusap kepala Neisha.
Neisha tersenyum. "Enggak sakit, sedikit pusing aja."
"Mau makan? Aku suapin."
Neisha menggeleng. "Nggak laper, nggak ada nafsu makan juga."
"Sedikit aja, ya? Ini udah malem loh. Kamu dari tadi siang nggak keisi apa-apa." Mashel berusaha membujuk.
"Mau buah? Atau lauknya aja juga boleh. Yang penting keisi dulu perutnya."
"Pisang aja, tapi dikit."
Mashel tersenyum lega. Seenggaknya ada sedikit amunisi yang masuk. Pasalnya, sejak tadi siang setelah insiden kecelakaan, Neisha baru sadar.
"Ini udah malem, Mas?"
Mashel mengangguk. "Iya. Ini aku tadi habis sholat maghrib."
"Mas!" seru Neisha panik.
"Kenapa? Ada yang sakit? Aku panggil suster yang jaga dulu bentar!" Mashel langsung berdiri turut panik.
"Bukan. Aku belum sholat," panik Neisha.
"Ya Allah... Aku kira kenapa!" Mashel meraup wajahnya khas seperti orang saat mengkhawatirkan sesuatu.
"Terus gimana, Mas?" cicit Neisha.
Terlebih dahulu Mashel duduk. Tangannya kembali melanjutkan kegiatan sebelumnya, mengupas pisang. Lalu tanpa diminta, lelaki itu menyuapkan buah kuning tersebut ke mulut Neisha.
"Kamu kan tadi pingsan. Jadi, yang sholat 'ashar tidak perlu diqodho sebenernya."
"Kenapa, Mas?" Tak sungkan Neisha mengutarakan kebingungannya.
"Karena seseorang yang pingsan wajib mengqadha shalatnya jika ia mendapati waktu shalat sebelum pingsan. Tapi, ia tidak wajib mengqadha shalat jika masa pingsannya menghabiskan seluruh waktu shalat atau pingsan terjadi sebelum masuk waktu shalat dan siuman setelah waktu shalat habis." Mashel berusaha menjelaskan sesuai dengan ilmu yang diketahuinya.
"Jadi?" Neisha masih belum paham.
"Kamu qodho sholat dzuhur sama maghrib, soalnya kamu tadi bangun setelah adzan maghrib dan kamu pingsan sebelum dzuhur."
KAMU SEDANG MEMBACA
Me and My Hubby
Historia Corta"Ngaji apa?" "Ngaji kitab." "Kitab apa?" "Yakin nih, mau tau?" "Iyaa." "Udah hampir selese kitab Fathul-" "Kayak nggak asing," Mampuss! Itu kan kitab... Arghh! Malu banget Ya Allah •Romansa - Spiritual• °PejuangHalal° °°° Start : Oktober 2022 Fin...
