Part 5 [Confess]

6.5K 285 10
                                        

Happy Reading, sorry for typo.

"Jadi kamu juga pernah tinggal di Jakarta?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jadi kamu juga pernah tinggal di Jakarta?"

Yura mengangguk sebagai balasan dari pertanyaan Alex, keduanya berada di dalam lift khusus pegawai untuk pulang karena jam kerja sudah selesai. Lagi-lagi tanpa bisa di hindari, Yura harus kembali bertemu dengan Alex.

"Saya pikir kamu asli Bandung, lho."

"Saya memang asli Bandung, di Jakarta cuma pernah tinggal sebentar."

"Begitu, kapan kalau saya boleh tahu?"

"Kira-kira empat tahun yang lalu, saya ikut mantan suami waktu itu."

"Kenapa gak lama tinggal di Jakarta? Gak betah ya?"

Pertanyaan Alex rasanya semakin dalam, terlihat sekali jika lelaki itu sedang mengorek informasi tentang wanita yang dia incar. Yura menyadari itu dan dia sudah merasa tak nyaman, karena itu ia memilih untuk merespon dengan senyuman tipis.

Mengingat Jakarta, menghadirkan sesuatu yang tak nyaman di hati Yura. Ingatan masa lalu yang seharusnya ia lupakan kembali datang, secara berurutan.

"Yura?"

Yura tersentak, mengerjapkan mata untuk kembali fokus. Lalu kepalanya bergerak menatap Alex yang berdiri di sampingnya, bersamaan dengan itu pintu lift terbuka di lantai basemen.

"Saya duluan ya, Pak Alex."

"Tunggu, Yura."

Yura yang telah keluar dari lift pun kembali memutar tubuhnya, menghadap Alex yang juga telah keluar dari lift berdiri dua langkah dari tempat Yura berdiri.

"Kapan-kapan, kamu bisa luangkan waktu untuk makan malam dengan saya gak? Bersama anak kamu juga, Alta."

Melihat tatapan Alex yang terlihat tulus dan serius, Yura jadi tak enak untuk menolak. Padahal Yura sudah sering menolak lelaki itu berulang kali, tapi di hadapkan langsung dengan tatapan penuh harapan Alex membuat Yura tak berkutik.

"Saya harus tanya Alta dulu."

Kalimat itulah yang keluar, tidak menolak ataupun menerima. Menggantung dan memberi harapan yang belum pasti, tapi berhasil menciptakan senyuman di bibir Alex.

"Kabari saya kapan pun, jika Alta mau. Oke?"

"Iya, Pak."

Setelah itu, Yura kembali pamit dan undur diri dari hadapan Alex. Berjalan menuju mobilnya, untuk pulang ke rumah orangtuanya menjemput Alta yang ada disana.

Jarak rumah orangtua Yura dan hotel memang cukup jauh, tidak seperti jarak rumahnya yang cukup dekat. Rumah yang sekarang di tempati Ibu dan adiknya itu tidak berada di perumahan, melainkan perkampungan yang jauh dari perkotaan. Untungnya jalanannya cukup untuk di akses mobil, sehingga Yura tak harus repot mencari tempat parkir untuk mengunjungi ibunya.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang