Part 34 [Deeply]

2.4K 99 8
                                        

Halo, sebelum baca jangan lupa vote dan ramaikan part ini dengan komentar kalian ya 💖

Happy Reading, sorry for typo.

The 18th restaurant and lounge yang ada di hotel Trans Luxury Hotel adalah tempat mewah yang pasti orangtua Gale sukai, sayangnya bagi Yura tempat ini tidak cocok untuk di jadikan tempat merayakan hari ulang tahun anak kecil lima tahun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


The 18th restaurant and lounge yang ada di hotel Trans Luxury Hotel adalah tempat mewah yang pasti orangtua Gale sukai, sayangnya bagi Yura tempat ini tidak cocok untuk di jadikan tempat merayakan hari ulang tahun anak kecil lima tahun.

Seperti biasa, tempat ini akan sepi karena seluruh meja sudah di book oleh mereka. Yura tahu kebiasaan mantan mertuanya itu, tak senang makan di tempat yang ada orang asing di sekitarnya. Sepertinya soal itu, Gale juga tak jauh beda.

Yura yakin, jika bukan karena mainan di tangannya, Alta pasti sudah merengek meminta pulang. Alta tak akan seantemg itu di pangkuan kakeknya, jika bukan karena mainan.

Di hidangkan makanan mewah yang harganya jangan di ragukan lagi, tak membuat Yura merasa selera untuk makan. Tak jauh dengannya, Gale yang duduk di sampingnya juga sama. Tak menyentuh makanan yang terhidang.

Rasa ingin membawa Alta pergi dari tempat ini semakin tinggi Yura rasakan, namun tak bisa karena Alta terlihat nyaman dan gembira bisa bersama kakek nenek dari pihak ayahnya.

Meski merasa tak suka, Yura tak bisa berbuat apa-apa.

"Di sini ada tempat main, Opa?" tanya Alta yang sudah bosan dengan mainan di tangannya, steak miliknya juga sudah habis dengan Mama yang menyuapi.

"Ada, Alta mau bermain?"

"Iya! Ayo kita main, Opa."

"Kalau Alta mau, ayo."

"Kalian main berdua saja, Oma masih belum selesai makannya."

"Kalau begitu, biar saya ikut," ucap Gale bergegas bangun.

"Ayo Papa," Alta turun dari gendongan Papa, lalu berjalan ke hadapan Gale meminta gandengan tangan.

"Saya juga—"

"Kamu mau meninggalkan saya sendirian disini?" belum selesai Yura berbicara, Mama sudah lebih dulu memotong perkataannya.

Yura menatap Gale, meminta tolong.

"Kamu tunggu disini saja, biar saya dan Galeo yang menemani Alta. Ayo Gale," ucap Papa telak.

"Aku pergi dulu sebentar ya," ucap Gale pamit berpamitan, memberi tatapan bahwa semuanya akan baik-baik saja selama mereka pergi.

Yura yang sudah memegang blazernya, kembali menaruhnya ke sandaran kursi dan kembali duduk. Dengan berat hati Yura harus tetap disini, berdua dengan mantan mertuanya.

Karena merasa canggung, Yura mengambil alat makannya dan mulai memakan makanan bagiannya. Setidaknya dia jadi terhindar dari tatapan penuh angkuh Mama.

"Saya akui kamu pandai mencari pasangan, Yura."

Mendengar itu, Yura sontak mendongak menatap Mama yang tengah mengusap sudut bibirnya dengan serbet, setiap pergerakannya begitu anggun dan penuh kehati-hatian.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang