Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Happy Reading, sorry for typo. Jangan lupa vote dan ramaikan dengan komentar kalian ya 💖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yura terbangun saat hari mulai sore, lama sekali dia tidur sampai ia lupa ada dimana dirinya sekarang.
Yang pertama kali Yura lihat saat membuka mata adalah kancing piama Alex, perlu waktu untuk memproses apa saja yang telah terjadi sehingga dia bisa tertidur di pelukan lelaki itu.
Kenapa pula Alex bisa ikut tertidur, padahal dia sama sekali belum mandi dan masih mengenakan pakaian tidur semalam.
Yura mencoba untuk beranjak bangun, lengan Alex yang dia jadikan bantal pasti akan terasa sakit dan keram karena tertindih selama beberapa jam. Namun tak bisa, Alex tak mau melepaskannya dan malah semakin mengeratkan pelukannya. Yura ragu apakah Alex benar-benar tidur atau tidak, buktinya lelaki itu tidak mau melepaskannya.
"Mas, lepas dulu."
Yura menatap wajah Alex yang sepertinya memang terlelap sungguhan, wajahnya begitu damai dan napasnya teratur.
Sekali lagi Yura mencoba melepaskan diri, kali ini menggunakan tenaga dan berhasil. Yura dapat melepaskan diri dari pelukan Alex dan beranjak bangun dari sofa.
Yura meregangkan tubuhnya yang terasa kaku dan pegal, setelahnya baru Yura sadari jika perutnya keroncongan.
Inginnya Yura membangunkan Alex, tapi Yura tak tega. Jadi, dengan berbekal nekat Yura berjalan ke arah dapur berharap ada bahan makanan yang bisa dia masak untuk makan siang mereka yang sangat terlambat.
Tidak banyak bahan sayuran dan makanan yang ada di dalam kulkasnya, tapi ada beberapa yang bisa Yura buat. Rencananya Yura akan memakai semua bahan yang ada, jika Alex bangun nanti dia akan meminta maaf atas kelancangannya dan jika perlu mengganti bahan masakan yang dia pakai.
Ada wortel, telur, susu murni, makaroni, keju dan persaosan. Yura akan membuat omelette dan makaroni pasta, karena hanya itu yang bisa ia buat dengan bahan yang ada.
Dapur di rumah ini begitu minimalis, bahkan di tempatnya berdiri Yura bisa melihat Alex yang terlelap di atas sofa karena tidak ada sekat yang menutupi area dapur dan ruang sofa, hanya meja makan berkursi empat lah penengah antara dua ruangan itu.
Tapi meski begitu, rumah ini tampak nyaman untuk di tinggali sebuah keluarga kecil. Untungnya Alex tidak memajang banyak barang sehingga ruangan ini tidak terlihat sempit.
Saat Yura tengah membuat saos pasta di atas wajan, Alex terbangun. Lelaki itu mengerang kesakitan saat berusaha untuk beranjak duduk, pasti Alex sedang merasa keram di satu lengannya.
"Sakit ya?" tanya Yura yang membuat Alex langsung menoleh kearahnya terkejut, lalu raut wajah kesakitan Alex hilang berhenti dengan senyuman yang lebar.
"Gak sakit kok, cuma kesemutan aja."
Alex berbohong, sebenarnya lengan kirinya tak bisa di gerakan karena keram. Tapi Alex tak mau membuat Yura khawatir, toh dengan kehadiran wanita itu di apartemennya adalah obat paling pas dari rasa sakitnya.