Part 51 [Warisan]

2.1K 118 4
                                        

Malam semua, jangan lupa ramaikan ya 💖

Happy Reading, sorry for typo.

Sejak Gale datang untuk pamit pulang ke Jakarta, Yura sudah menduga sesuatu akan terjadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sejak Gale datang untuk pamit pulang ke Jakarta, Yura sudah menduga sesuatu akan terjadi. Saat itu Yura tak tahu alasan Gale kembali ke Jakarta setelah sekian lama berada di Bandung, hingga dia mendapati seorang pengacara yang datang ke rumahnya.

Yura hanya bisa melongo mendengar penjelasan pengacara di depannya, sulit percaya dengan apa yang dia dengar.

Hanya beberapa yang Yura dengar dengan jelas, warisan, saham, pengalihan saham dan pemilik perusahaan.

Yura tak tahu harus bereaksi seperti apa lagi, hanya ada dirinya seorang di rumah ini dan Alta sedang pergi Bersama Ayuna sehingga tak ada orang yang menemaninya dengan rasa terkejut yang dia rasakan.

“Karena usia Alta masih di bawah umur, sementara surat ini di pegang oleh Ibu dan Ibu berhak menyimpan surat akta saham ini. Saat ini keadaan perusahaan memang sedang tidak baik-baik saja, tapi Pak Galeo sudah memastikan jika jatah milik Alta akan tetap utuh dan Pak Galeo juga telah melakukan pengalihan saham miliknya atas nama Alta. Sehingga saat ini, Alta adalah pemilik saham terbesar di perusahaan.”

“Setelah Alta berada di atas usia legal, barulah Alta berhak mendapatkan miliknya secara utuh. Tapi selama batas usia Alta belum cukup, Pak Galeo yang akan tetap menjadi pemilik sementara menggantikan Alta.”

"Sebentar, Pak. Kasih saya waktu sebentar, ini terlalu mengejutkan saya."

Yura meminta pengacara di depannya untuk berhenti menjelaskan, kepalanya belum mencerna dengan benar setiap kalimat yang di ucapkan lelaki tua di depannya ini.

"Saya mau tanya dulu, bukannya pemilik saham terbesar selama ini adalah Eyang Kakung?"

"Sebelumnya memang benar, tapi beliau sudah menyerahkan setengah miliknya untuk Pak Galeo dan Alta sehingga persenan milik beliau lebih kecil."

"Lalu Papa? Bukannya Papa yang jadi pemegang saham terbesar setelah Eyang Kakung?"

"Sama halnya dengan tadi, beliau telah memberikan setengah sahamnya atas nama Alta."

"Jadi Alta pemegang saham terbesarnya?"

"Benar, setelah Pak Galeo melakukan pemindahan semua saham miliknya untuk Alta."

Gila, Gale sudah gila.

Jika Gale ada di hadapan Yura saat ini, mungkin lelaki itu sudah mendapat tendangan dari kakinya.

Yura benci menjadi satu-satunya orang yang tidak tahu apa-apa, Yura tak suka Gale lagi-lagi berbuat seenaknya tanpa berunding dulu dengannya.

Gale memang ayah kandung Alta, tapi kan yang melahirkan Alta itu Yura jadi Yura juga berhak ikut andil dalam memutuskan masa depan Alta.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang