Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Halo, gimana minggunya? Besok senin ya, btw. Sebelum itu, jangan lupa ramaikan 💖
Happy Reading, sorry for typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mulai sekarang jangan panggil Adek, tapi panggil Abang."
"Abang mau punya Adek!"
Cukup menyebalkan saat melihat Alta sudah menirukan Gale, apalagi jika yang di tirukan adalah hal yang aneh-aneh seperti saat ini.
Yura hanya bisa memijat pelipisnya, melihat tingkah Alta yang mulai keras kepala.
Berawal dari kejadian tadi siang, saat Yura membantu seorang ibu memomong anak bayinya. Berakhir Alta yang seketika ingin memiliki adik bayi, karena ingin memiliki adik lucu seperti bayi milik orang lain.
Sementara Gale, lelaki itu terlihat santai melihat Alta yang mulai meminta hal yang aneh-aneh. Merasa mendapat dukungan penuh dari sang anak.
"Kalau Alta terus kayak gini, malam ini Alta bobonya sama Papa. Biar Bunda tidur di kamar sendirian!"
Yura meninggalkan Alta berdua bersama Gale, lalu pergi memasuki salah satu kamar yang ada di penginapan. Ya, Gale memilih untuk tinggal di vila yang memiliki pemandangan perkebunan teh.
"Bundaaa...!"
Yura hanya bisa menggelengkan kepala saat mendengar tangisan dari Alta dari dalam kamarnya, biarlah kali ini Gale yang mengatasi tantrumnya Alta.
Memiliki anak lagi untuk Yura pasti bukanlah hal yang mudah, statusnya saja janda. Lantas dengan siapa Yura memiliki anak? Dengan Gale? Oh tidak mungkin.
Tak lama kemudian, suara tangisan Alta tidak lagi terdengar. Tampaknya Gale berhasil meluluhkan Alta dan mengajak Alta untuk tidur, baguslah Yura tidak perlu beranjak dari ranjang.
Yura berdecak kesal saat Ayuna mengirimkannya pesan yang sangat tidak masuk akal, setelah mengakhiri obrolannya Yura menyimpan ponselnya ke atas nakas dan bersiap tidur.
Keesokan harinya, Yura bangun saat matahari belum menampakan wujudnya. Yura pergi untuk mandi, bersiap dengan penampilan yang dia anggap cukup di gunakan untuk beraktifitas. Lalu melenggang pergi keluar kamar, suasana penginapan masih sepi.
Yura menarik tirai yang ada di ruang utama, memperlihatkan kolam renang dan pemandangan kebun teh menyegarkan juga langit berawan yang Indah dengan matahari yang mulai mengintip di balik gunung.
Yura membuka pintu kacanya, agar udara segar masuk ke dalam ruangan.
Lalu Yura berjalan menuju kamar tempat Gale dan Alta tidur, Yura tak berniat untuk masuk seperti yang Gale lakukan dulu, dia hanya mengetuk pintunya beberapa kali untuk membangunkan Gale.
Setelahnya, Yura pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Untungnya Gale menyewa penginapan yang terdapat kebutuhan memasak, sehingga Yura tak perlu repot memikirkan makanan untuk mereka.