Part 1 [Insiden Kecil]

15.8K 587 11
                                        

Selamat datang di cerita baru, semoga kalian suka dengan cerita ini yg akan up setiap senin insyaallah.

Happy Reading, sorry for typo.

Kala pintu lift terbuka, seorang wanita langsung berlari keluar menyusuri lobi hotel yang ramai oleh pengunjung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kala pintu lift terbuka, seorang wanita langsung berlari keluar menyusuri lobi hotel yang ramai oleh pengunjung. Wanita yang name tag nya tertulis nama Yurani Davine itu menahan risau setelah mendengar kabar jika putranya terlibat kecelakaan kecil di sekolah, sampai dia lupa untuk turun ke lantai basemen karena mobilnya terparkir di sana.

Kepalang tanggung, Yura— nama panggilannya— pun memilih untuk memanggil taksi yang selalu siap sedia di depan hotel.

Yura panik dan khawatir, putranya— Altanasius itu masih berusia empat tahun dan masih sekolah di taman kanak-kanak. Terlebih Alta adalah putra semata wayangnya yang sangat Yura sayangi, jadi jelas Yura khawatir.

Tiba di sekolah, Yura membayar ongkos lalu kembali berlari memasuki bangunan yang terlalu mewah jika di gunakan hanya untuk anak di bawah lima tahun.

Di ruang guru, Yura mendengar suara tangis anaknya yang berada di gendongan seorang guru. Hati Yura terenyuh melihat ada perban di kening putranya, ia pun berjalan masuk menyapa beberapa guru dan langsung menggendong sang putra dengan hati sedih.

"It's oke, Bunda disini. Sakit ya, hm?"

Yura berjalan ke tempat sepi lebih dulu agar tangisan Alta tidak mengganggu banyak orang, menenangkan Alta sebelum bertanya penyebab luka di kepala anaknya.

"Alta!"

Mendengar suara itu, Yura pun lantas berbalik menatap pria jangkung yang masih berpakaian formal sepertinya tengah berlari kearah mereka.

"Mas, kok bisa disini juga?"

"Miss Lau hubungi aku juga, katanya Alta luka. Mana coba lihat?"

Yura berbalik, agar pria di depannya bisa melihat keadaan kepala Alta yang berada di bahunya.

"Tsk! Kok bisa mereka lalai sampai Alta luka begini, aku harus kirim keluhan ke yayasan."

"Jangan dulu, kita aja belum dengar kejadian sebenarnya. Jangan gegabah, Mas. Siapa tahu yang salah disini Alta kan."

Helaan napas keluar dari mulut pria itu, meski tak senang tapi perkataan Yura benar.

"Biar aku yang gendong, udah tidur kan dia?"

Yura membiarkan Alta di ambil alih, kini keduanya kembali berjalan memasuki ruang guru untuk mendengar penjelasan.

Rupanya benar, luka yang Alta dapatkan di sebabkan oleh kecerobohan Alta sendiri. Pihak guru memberikan rekaman pengawas di kelas Alta, di sana terlihat walikelas Alta sedang membantu seorang murid yang kesulitan menghitung, di saat itu Alta tanpa sepengetahuan Miss Lau berlari ke belakang kelas dan menaiki loker yang tingginya sepinggang orang dewasa dengan bantuan kursi dan meja di samping loker. Kecelakaan kecil pun terjadi, Alta terjatuh dan dahinya tergores ujung bangku yang lancip.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang