Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Halo, jangan lupa ramaikan part ini ya 💖 Happy Reading, sorry for typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mereka tiba di rumah saat hari sudah mulai sore, mereka pulang setelah bersenang-senang selama dua hari penuh. Sayangnya liburan singkat mereka harus berakhir karena besok, mereka harus kembali beraktifitas.
Pada akhirnya Yura kembali ke rumah ini, setelah Gale diam-diam menyuruh orangnya membawa koper milik Yura dan Alta ke rumah. Sehingga mau tak mau, Yura akhirnya kembali ke rumahnya.
Dengan gelas berisi es teh manis di tangannya, Yura berjalan ke teras rumah menyajikan es teh buatannya itu untuk Gale yang menunggu di teras rumah.
“Alta gak kebangun?” tanya Yura pada Gale yang saat tiba membawa Alta yang tertidur sejak perjalanan karena kelelahan.
“Enggak, masih pulas tidurnya tadi.”
Yura ikut duduk di kursi kayu yang tersisa, dengan meja yang menjadi jarak antara mereka.
“Besok kamu berangkat jam berapa?”
“Biasa, jam empat pagi.”
“Kenapa kamu gak pulang malam ini aja? Biar kamu ada waktu buat istirahat sebelum kerja besok.”
“Aku mau menghabiskan waktu yang lebih banyak disini, sama kalian.”
Yura terdiam mendengarnya, dia jadi ingat soal permasalahan keluarga Gale. Karena belakangan ini Yura tak sempat bertanya pada Gale, apalagi mantan suaminya itu sempat sakit.
“Masalah keluarga kamu gimana?”
Gale terdiam sejenak, meletakan gelas berisi es teh yang tersisa setengah ke atas meja, lalu menatap Yura dengan senyuman kecil di bibirnya.
“Bisa di bilang, semuanya berjalan sesuai kemauanku.”
“Kamu udah rebut semua milik keluarga kamu dan kamu senang karena itu?”
Gale menghela napas panjang, sebelum akhirnya menjawab.
“Aku gak ambil semuanya, Ra. Setelah dengar ucapan kamu malam itu, aku berpikir kalau rencanaku ini keterlaluan. Aku memang sakit hati karena mereka, tapi aku gak bisa sampe ambil semua milik mereka padahal mereka udah bekerja sangat keras buat mempertahankan dan mengembangkan perusahaan kami.”
“Aku hanya ambil sebagian kekuasaan mereka, agar mereka gak bisa seenaknya ambil hak hidup orang lain.”
“Meski kamu gak percaya, aku serius soal alasan aku melakukan itu demi masa depan Alta.”
Yura mengangguk pelan, mulai mengerti dengan keputusan Gale. Ternyata Alta selalu menjadi alasan setiap keputusan yang Gale ambil. Yura lega mendengarnya.
“Tapi keadaan Eyang Kakung sama Papa gimana? Mereka pasti marah sama kamu.”
“Mereka kesal, tapi gak marah. Karena aku adalah didikan mereka, jadi tanpa sadar semua yang aku lakukan ini karena ajaran dari mereka juga. Mereka Cuma kaget, karena ternyata kemampuanku ini melebihi ekspektasi mereka.”