Part 53 [Soal Baju Tidur]

2.7K 140 3
                                        

Halo, jangan lupa ramaikan part ini ya 💖
Happy reading, sorry for typo.

Entah apa yang telah terjadi selama di Jakarta, sampai membuat Gale seperti ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Entah apa yang telah terjadi selama di Jakarta, sampai membuat Gale seperti ini. Melihat penampilannya saja, Yura tahu bahwa Gale telah kehilangan berat badannya.

Malam masih panjang dan belum ada tanda hujan akan berhenti, Yura masih terjaga untuk merawat Gale yang demam tinggi.

Rasa amarah dan kesalnya tadi menghilang seketika, berubah menjadi iba melihat kondisi Gale yang seperti ini.

Sedikit rasa bersalah Yura rasakan, karena dia malah terus mengomel tanpa menyadari kondisi Gale. Andai saja dia menyadarinya, mungkin keadaan Gale tidak akan terlalu parah.

Yura membawa Gale untuk tidur di salah satu kamar yang kosong di rumah ini, kamar yang biasanya di tempati jika ada keluarga yang menginap.

Yura juga telah berhasil mengganti pakaian Gale yang basah dengan pakaian baru yang bersih, milik almarhum Bapak yang tersisa karena di rumah ini tidak ada pakaian Gale.

Beberapa menit sekali, Yura dengan telaten membasuh kompresan handuk yang ada di dahi Gale. Sebelumnya juga Yura sudah memberikan obat demam untuk Gale, agar kondisinya lebih baik lagi.

Melihat Gale yang tak berdaya seperti ini dan tubuh yang menggigil di bawah selimut, membuat Yura tak tega meninggalkan Gale sendirian.

Membayangkan Gale berkendara dari Jakarta ke Bandung dengan kondisi yang tidak sehat, membuat Yura khawatir. Untung saja Gale tiba dengan selamat dan tidak terjadi apa-apa di jalan.

"Sayang.."

Yura tersentak kaget saat mendengar gumaman Gale dalam tidurnya, dalam kondisi seperti ini saja Gale sampai mengigau memanggilnya seperti dulu.

Keringat mulai membanjiri tubuh Gale, obat yang tadi di minum rupanya sudah memberikan reaksi. Yura mengambil handuk lain, untuk di pakai mengelap keringat di tubuh Gale.

Lambat laun, tubuh Gale sudah tidak lagi gemetar dan suhu tubuhnya juga mulai menurun. Yura menghela napas lega, setelah melihat angka termometernya menurun.

Kelopak mata Gale terbuka, bola mata hitam itu bergerak melirik Yura yang duduk di sampingnya terbaring.

"Haus, sayang..," lirih Gale masih setengah sadar.

Yura tak menghiraukan panggilan Gale padanya, membantu Gale untuk duduk bersandar pada tumpukan bantal lalu membantu Gale minum.

"Gimana sekarang? Masih pusing gak kepalanya?" tanya Yura pada Gale yang sejak tadi terus menatapnya dengan tatapan sayu.

"Aku kira ini mimpi," gumam Gale yang masih dapat di dengar oleh Yura.

"Mas, sadar."

Yura menepuk pipi Gale pelan, mencoba membuat Gale tersadar dari kenyataannya.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang