Part 3 [Papanya Alta]

9K 365 6
                                        

Happy Reading, sorry for typo.

"Pagi, Teh Yura

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pagi, Teh Yura."

Yura hanya mampu membalas sapaan dari staff juniornya dengan senyuman tipis, dan langsung mengisi kubikel miliknya. Ucapan terakhir Gale membuat Yura tercengang.

Bagaimana Gale dengan mudahnya mengatakan seperti itu, di saat dia sendiri masih terang-terangan menunjukan perhatiannya.

Yura marah, Gale lagi-lagi mempermainkan perasaannya. Sialnya lagi-lagi Yura tak mampu melakukan apapun, seperti dulu.

"Teh Yura," panggilan itu membuat Yura menoleh, menatap kubikel di sampingnya. Hal pertama yang Yura adalah senyuman ceria dari pemilik wajah manis Sonia, rekan kerja yang baru bergabung hanya berbeda dua bulan saja darinya itu cukup dekat dengannya. Melihat Sonia, Yura seperti melihat Ayuna adik kandungnya.

"Kenapa?"

"Tadi Pak Alex nyari Teteh, lho. Pagi-pagi banget," adu Sonia dengan senyum jahil.

"Pak Alex? Ada urusan apa?"

"Ih si Teteh, pura-pura gak tahu. Ya mau modus lah."

Alex adalah room division manager di hotel tempat Yura bekerja, sebenarnya Yura tahu dan merasakan gelagat Alex yang berbeda padanya.

Alex di kenal dengan orang yang ramah dan baik, selain itu wajahnya yang berbeda dengan orang lokal yang ada disini membuat Alex menjadi mudah di kenal. Alex adalah blasteran Jawa dan Cina atau sering di singkat chindo, pemilik kulit putih dan mata sipit.

Sudah menjadi rahasia umum, jika Alex memiliki ketertarikan kepada Yura. Bukan masalah sebenarnya, jika Yura dan Alex memiliki hubungan. Karena keduanya berstatus lajang, sama halnya dengan Yura, Alex adalah seorang duda yang di tinggal cerai oleh istrinya. Bedanya Alex belum memiliki anak.

Hampir semua staff divisi keuangan mendukung Yura bersama Alex, hanya saja sampai saat ini Yura tak berkeinginan menjalankan hubungan percintaan dengan siapapun.

Mengingat Alex, Yura kembali teringat perkataan Gale. Mantan suaminya itu ternyata mendukung Yura untuk menikah kembali, entah kenapa hal itu membuat Yura kesal.

Dari yang Yura tahu dari Maharani salah satu sepupu Gale, mantan suaminya itu juga belum memiliki ketertarikan kepada wanita manapun.

Jujur saja, Yura merasa lega mendengar kabar tersebut. Meski telah usai, Yura masih tak sanggup jika bekas tempatnya sudah di tempati wanita lain. Hal yang paling Yura tak rela, Yura tak akan rela jika ada wanita lain yang di sebut panggilan Mama oleh Alta.

Meski hal itu kemungkinan besar terjadi, sampai kapan pun Yura tak akan rela. Hanya ia lah yang pantas di panggil Bunda dari Alta, jangan perempuan lain.

"Oh iya, tadi Pak Alex titip ini sama aku."

Yura kembali tersadar dari lamunannya, lalu menatap satu kotak macaron berwarna-warni di dalamnya.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang