Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Hai, lancar harinya? Semoga kalian bahagia dimana pun kalian berada, tapi kalau memang enggak semoga part ini bisa sedikit menghibur kalian ya 💖
Jangan lupe votenya, jangan cuma mau bacanya aja. Ramaikan juga part ini dengan komentar kalian ya.
Happy Reading, sorry for typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Entah apa yang merasuki Alex, Gale tak tahu. Tiba-tiba saja, lelaki campuran etnis Tionghoa itu mengirimkannya pesan dan mengajaknya bersenang-senang di bar.
Gale baru saja duduk di bangku kemudi, hendak kembali ke hotel setelah meninggalkan Alta yang sudah tertidur di kamarnya. Lalu pesan Alex muncul.
Gale tahu hubungan Alex dan Yura sedang di ambang perpisahan, mungkin karena alasan itu pula Alex mengajaknya pergi. Karena selain mereka, hubungannya dengan Yura juga sedang tidak baik-baik juga.
Gale memang tetap berkunjung setiap hari ke rumah, tapi Gale tak pernah melihat keberadaan Yura selama bermain dengan anaknya. Yura lebih memilih mengurung diri di kamar saat dia datang berkunjung.
Meski begitu, Gale tak sekacau Alex karena masih ada Alta yang memudahkannya selalu dekat dengan Yura.
Tiba di bar tempat Alex berada, Gale langsung masuk ke dalam. Suasana sangat ramai karena saat ini adalah sabtu malam, waktu dimana semua orang bersenang-senang setelah sepekan bekerja.
Tak sulit mencari keberadaan Alex ditengah keramaian yang ada, karena lelaki itu berada di meja sudut ruangan duduk sendirian dengan beberapa botol alkohol di meja.
Gale berjalan mendekat, lalu mengisi sofa di hadapan Alex duduk. Menatap teman lamanya yang sudah mulai setengah sadar.
Gale mengambil gelas bersih di depannya lalu menuangkan segelas sampanye milik Alex, lalu menyesapnya perlahan.
Alex mendongak, menopang wajahnya dengan satu tangannya menatap Gale dengan tersenyum manis.