Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Malam, biasakan vote dan ramaikan part ini dengan komentar kalian ya 💖
Happy Reading, Sorry for Typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak meninggalkan klinik dokter Yesa, dokter psikolog langganan Yura sejak dulu. Gale sudah merasakan aura negatif yang mengelilingi tubuh mantan istrinya itu, bukan karena sesi konsultasinya tidak berhasil, tapi melainkan karena Yura tengah merajuk pada Gale.
Yura masih tak terima dengan cara Gale yang memaksanya untuk menuruti perintah Gale, karena Gale sudah tidak bisa lagi mencampuri kehidupannya.
Memang niat Gale itu baik untuknya, tapi tetap saja. Keputusan Yura adalah nomor satu, karena hanya Yura yang bisa mengatur hidupnya sendiri.
"Mau mampir makan siang dulu, gak?" tanya Gale, tak menghiraukan aura negatif di sampingnya.
Yura tak menjawab, bibirnya tetap tertutup rapat dan memalingkan wajahnya dari Gale.
Gale akan menganggap jika Yura berkata tidak, lalu kembali fokus berkendara untuk pulang ke rumah.
Selama konsultasi, Gale menunggu di luar ruangan karena tidak ada hak untuknya bisa masuk menemani Yura. Selain itu, Yura sendiri yang melarang keras Gale untuk ikut masuk.
Karena itu, Gale tak tahu apa yang telah Yura utarakan pada dokternya menyangkut penyebab serangan paniknya kambuh.
Tapi Gale sudah tahu secara garis besarnya, semua tuduhan tertuju pada Nyonya Mahardika alias ibu dari Alex.
Sebenarnya tadi pagi, Gale hanya asal mengatakan pada Yura soal hubungan mereka yang tidak di restui, seolah dia tahu semuanya padahal tidak sama sekali. Tapi ternyata tebakannya benar, melihat reaksi Yura yang semakin menatapnya garang.
Gale tidak perlu berburuk sangka pada orangtuanya, karena kecurigaannya memang benar. Semua alasan pertemuan Yura dengan Nyonya Mahardika adalah karena Ibunya sendiri.
Mama bukan orang yang akan terang-terangan menyerang seseorang, Mama tidak akan pernah mau repot mengotori tangannya sendiri demi membalas dendam. Tapi, Mama akan menggunakan cara lain yang justru itu lebih berbahaya karena harus melibatkan banyak orang, melibatkan kelemahan orang-orang di sekitar lawan.
Pada akhirnya, Mama berhasil mendapatkan tujuannya.
Sepertinya tanpa harus mengaku pada Yura pun, wanita itu sudah tahu. Mau meminta maaf pun percuma, Yura tak akan mau menerima permintaan maafnya atas nama orangtuanya.
Jadi daripada meminta maaf, lebih baik Gale mencari jalan keluar untuk membantu menyelesaikan masalah Yura. Tentunya dengan cara diam-diam, tanpa sepengetahuan mantan istrinya itu.
Mobil berhenti di depan pagar rumah, Gale turun untuk membukakan pagar yang rupanya tidak terkunci. Tampaknya ada Ibu dan Ayuna di rumah, melihat motor milik Ayuna dan sandal yang ada di rak.