Part 46 [Sedikit Kesempatan]

2.1K 103 6
                                        

Sore semua, jangan lupa ramaikan ya 💖
Happy Reading, sorry for typo.

Oktober, 2020

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Oktober, 2020.

Meski sudah satu bulan berlalu, rasa duka masih melingkupi kediaman orangtua Yura. Kehilangan sosok tersayang secara tiba-tiba, memang sulit untuk merelakan tapi meski begitu Yura dan Ibu juga adiknya sudah bertekad akan berusaha ikhlas. Karena tidak ada jalan lain selain ikhlas.

Semenjak kepergian Bapak, Gale lah yang bertanggung jawab atas keluarga istrinya. Memastikan kondisi kebun dan sawah, memastikan Yura, Ibu dan Ayuna makan dengan benar, lalu membantu Yura mengurus Alta agar saat Alta sedang rewel tidak semakin membuat suasana hati Yura memburuk.

Gale tahu, kondisi di Jakarta juga sama kacaunya tapi Gale tak bisa meninggalkan sang istri beserta keluarganya terlantar begitu saja.

Bohong jika Gale mengatakan dirinya baik-baik saja, dia hanya pandai bertahan dengan cara melihat istri dan juga anaknya.

Seperti saat ini, baru saja dia mendapat laporan dari Pak Irawan soal kekacauan yang di buat adik sepupunya sampai kepalanya terasa sangat pening.

Namun saat kakinya tiba di dalam kamar, perasaan Gale jauh lebih baik saat melihat pemandangan Indah istrinya yang sedang menyusui anaknya.

Bukan hanya itu, melainkan untuk pertama kalinya setelah sekian lama akhirnya Gale bisa melihat senyuman di bibir sang istri.

"Sayang, kebangun ya Alta nya?"

"Iya, haus dia."

Gale berjalan mendekat, mengelus pelan puncak kepala Alta yang tak lebih besar dari telapak tangannya itu.

Gale tak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum melihat bola mata hitam kecil Alta yang meliriknya dengan tatapan polos, seolah berkata lewat tatapannya.

Alta melepas puting Yura dan kepalanya bergerak kearah Gale, bibir mungilnya mengerucut lucu seolah masih ada sumber asi yang masuk ke dalam mulutnya.

"Mau sama Ayah, iya? Sini, jagoan."

Yura memberikan Alta kepada Gale, menempelkan tubuh mungil Alta ke tubuh Gale. Membiarkan Alta mendengar detak jantung Gale, sembari mengayun tubuhnya perlahan agar semakin membuat Alta nyaman.

Yura tersenyum kecil, tak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini. Rupanya sosok kaku dan berwibawa seperti Gale, bisa terlihat lembut dan penuh kasih sayang saat bersama anaknya.

Padahal Yura kira, kasih sayang Gale pada Alta tidak akan melebihi rasa sayangnya. Apalagi mengingat obrolan yang saat itu Yura dengar dari telepon asing waktu itu.

Flashback

Sore itu, saat Yura tengah beristirahat di dalam kamar setelah beberapa hari belakang dia jalani hanya berada di dalam kamar saja. Tiba-tiba ponselnya berdering, panggilan dari deret nomor asing yang tidak di ketahui dalam kontaknya.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang