Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Ini akan jadi bagian terakhir dalam cerita ini, berharap kalian suka dan dapat memberi apresiasi atas apa yang telah penulis ciptakan untuk dipersembahkan dengan tulus kepada kalian.
Kalian tahu kan apresiasi dalam hal apa? Yap, vote dan komen.
Sederhana kan? Jadi ayo ramaikan part ini.
Oh iya, setelah baca nanti. Sempatkan waktunya sebentar untuk baca Author's note yaa 💖
Happy Reading, sorry for typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yura tak peduli jika semua karyawan mulai mengingatnya di kejadian lima tahun lalu, mereka pasti terkejut jika ternyata sosok penyusup lima tahun lalu itu benar-benar istri dari atasan mereka yang sekarang sudah menjadi mantan.
Kunjungan pertama kali Yura dan Alta di tempat kerja Gale cukup menyenangkan, jika di lihat dari sudut pandang Alta tentunya.
Saat Alta meminta Gale untuk mengajaknya berkeliling, Yura memilih untuk menunggu di ruangan Gale. Menikmati cokelat hangat dan cemilan yang di persiapkan hanya untuknya.
Pegal karena duduk terlalu lama, Yura ilih untuk beranjak untuk melihat-lihat ruangan Gale yang cukup luas.
Meski masih ada kesan kuno di beberapa tempat, Yura menyukai desain ruangan ini. Tak banyak hiasan yang terpajang, hanya beberapa tapi terlihat pas karena tak berlebihan.
Yura berjalan menuju meja besar Gale yang tampak rapi dan ada tumpukan dokumen yang masih menunggu giliran untuk Gale kerjakan, hingga perhatian Yura tertuju ke tiga buah foto yang terpajang di atas meja dekat komputer.
Yura mengambil foto itu, foto itu memperlihatkan potret foto pernikahan mereka, foto Alta yang baru berusia satu tahun, lalu foto mereka bertiga saat sedang berlibur ke kebun binatang.
Meski tak menyangka Gale ternyata masih memajang foto pernikahannya, tapi Yura merasa tak terkejut sama sekali.
Pintu ruangan terbuka, muncul keberadaan Gale dan Alta yang baru saja selesai berkeliling.
Gale terdiam sejenak saat melihat bingkai foto di tangan Yura, lalu kembali melanjutkan langkahnya dan berjalan mendekati Yura.
"Kenapa?" tanya Gale dengan santainya, seolah tak merasa malu karena terciduk masih memasang foto pernikahan bersama mantan istrinya.
Yura meletakan foto itu ke tempat semula, lalu kembali berjalan menuju sofa.
"Alta, mau es krim?" tanya Gale menawarkan.
"Mau!"
"Temuin Kakek Irawan, minta es krim."
Gale membukakan pintu ruangannya untuk Alta, membiarkan anaknya itu keluar menemui Pak Irawan. Sengaja, karena Gale memiliki urusan dengan ibu dari anaknya itu.