Part 4 [Momen Manis]

6.4K 254 7
                                        

Happy Reading, sorry for typo.

🔞 WARNING 🔞
Part ini mengandung adegan dewasa, bagi kalian yg belum masuk usia legal kalian bisa skip part ini.
Harap bijak dalam membaca.

Desember, 2019

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Desember, 2019.

Suara ombak terdengar di celah ruangan bertembok kayu nuansa vintage dengan isi ruangan yang menambah estetika, jendela yang terbuka memperlihatkan indahnya pantai dan langit cerah di pagi hari.

"Mau sampe kapan kita begini, sayang?" tanya wanita yang masih tampak nyaman di pelukan sang pria, tubuh keduanya yang hampir telanjang tertutupi selimut tebal berwarna putih.

"Maunya sih selamanya," balas sang pria yang dua puluh empat jam sudah sah menjadi suaminya, mengeratkan pelukan seolah tak rela untuk berpisah satu inchi pun.

Yura, wanita yang masih bergelung di pelukan suaminya— Gale, tersenyum mendengar jawaban manis dari Gale. Wajahnya kembali tenggelam di dada hangat suaminya, enggan beranjak meski matahari telah menyoroti tubuh mereka.

"Gerah, sayang."

Gale menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh mereka, yang membuat Yura semakin merapatkan tubuhnya.

"Sayang.. Aku belum pake bra."

Mendengar itu, Gale tersenyum senang. Dengan senang hati, merasakan empuknya buah dada sang istri yang menempel di dada polosnya yang tidak tertutupi sehelai kain pun.

Tangannya mulai bergerak nakal, mengelus kulit punggung Yura dengan sensual. Bergerak turun menyentuh pinggang, lalu tangannya berhenti di dua benda bulat yang terlapisi celana dalam.

"Tangannya," tegur Yura yang tak di hiraukan Gale.

Suasana semakin panas, bukan karena sinar matahari melainkan panasnya gairah yang kembali muncul.

Tangan Gale kembali turun sampai pangkal paha, lalu Gale menariknya hingga ada ruang untuknya beranjak mengungkung tubuh Yura.

"Lagi?" tanya Yura sedikit syok, melihat gumpalan di dalam celana boxer ketat suaminya. Pipinya mulai merona, teringat kegiatan panas mereka malam tadi yang sepertinya akan kembali terjadi.

"Aku gak akan pernah merasa cukup, sayang," kata Gale dengan suara serak dan dalamnya, terang-terangan matanya menatap intens tubuh Yura yang menggiurkan karena tersorot matahari.

Melihat tatapan Gale, membuat tubuh Yura tegang dan meremang. Tatapan penuh intimidasi Gale, selalu membuat Yura tak mampu berkutik. Tanpa sadar Yura menggigit bibirnya yang semakin memancing Gale.

Tak tahan lagi, Gale langsung menyerang bibir Yura dengan bibirnya. Menciumnya dengan dalam, memberi lumatan dan hisapan yang membuat Yura melenguh.

Tangan mereka tak diam begitu saja, keduanya sama-sama menjelajah di tubuh satu sama lain untuk memancing gairah yang tak tertahankan. Gale memainkan buah dada ranum Yura, sementara Yura menjelajahi tangannya di atas kulit liat berotot Gale. Lalu tanpa sadar keduanya sama-sama sudah telanjang bulat.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang