Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Happy Reading, sorry for typo. Jangan lupa votenya sama komen 💖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Komunikasi adalah hal penting dalam sebuah hubungan, Yura tahu itu. Tapi bukannya melakukan hal yang seharusnya, nyatanya Yura sendiri lah yang memutuskan komunikasi tersebut.
Setelah hari ulangtahun Alta kemarin, sampai detik ini Yura masih enggan berbicara dengan Alex maupun Gale.
Di kantor, Yura memilih menghindar dari Alex meski cukup sulit karena mereka bekerja di gedung yang sama. Untungnya Alex tidak bersikeras, lelaki itu menuruti permintaan Yura dengan baik.
Meski mereka berpapasan di koridor ataupun lift pun, Alex hanya akan menyapa seperti layaknya rekan kerja lalu pergi dengan senyuman yang mampu membuat Yura merasa perih.
Rasanya sakit, karena Yura sudah menaruh perasaannya kepada Alex. Yura tak lagi mengelak jika dia memiliki perasaan untuk lelaki itu, hatinya terlanjur terbiasa dengan kehadiran Alex.
Tapi kenapa, disaat dirinya baru saja melangkah lebih jauh lagi. Ada saja badai yang menimpanya, sayangnya badai yang Yura hadapi adalah badai yang sama dengan kejadian di masa lalu.
Karena itu, mau tak mau ingatan masa lalunya kembali berdatangan. Seolah memperingatinya bahwa kejadian sama akan terulang kembali.
Mungkin Gale benar, keluarga Alex berbeda dengan keluarga Dewangga. Tapi mereka berada di ruang lingkup yang sama, hal yang paling Yura benci.
Jadi alih-alih menemui Alex dan mengajak lelaki itu untuk berbicara lebih dalam agar bisa menyelesaikan masalah, Yura memilih untuk menghindar sejenak agar bisa berpikiran jernih.
Soal Gale, Yura tak mau memikirkannya. Soal ucapan mantan suaminya itu yang memiliki niat untuk rujuk, karena Yura tak mau jatuh ke lubang yang sama lagi.
Terlalu larut dengan beban di pikirannya, Yura sampai kehilangan fokus dan kewalahan dengan pekerjaannya.
Di saat semua orang telah beranjak untuk pulang ke rumah, Yura masih senantiasa di kubikelnya mengerjakan laporan yang harus segera selesai karena tenggat waktunya besok.
Sebelum itu Yura memberitahu Ayuna bahwa dirinya akan pulang lebih sore, takut Alta mencarinya yang tak kunjung menjemputnya.
Di ruangan tersisa Yura saja yang tinggal, karena semua orang telah pulang ke rumah termasuk Pak Uus.
Keadaan begitu hening dan Yura mulai mendapatkan kewasarannya, ia benar-benar fokus dengan pekerjaannya.
Lalu tak berselang lama, pintu ruang divisi terketuk dan munculah seorang security yang datang dengan kantung makanan di tangannya.