Part 22 [Masih Berjuang]

3.3K 134 5
                                        

Malam, sebelum baca jangan lupa untuk vote dan ramaikan cerita ini agar semakin hidup.

Happy Reading, sorry for typo.


Yura terus mencuri lirik kepada Alex yang fokus berkendara di sampingnya, mereka baru saja selesai makan yang berakhir menjadi makan bersama dengan Gale dan Alta.

Sebenarnya tadi Gale sudah mengajak Alta untuk mencari makan di tempat lain saja tak ingin mengganggu Yura dan Alex, tapi tentu saja Alta tak mau dan bersikeras ingin makan bersama. Selain itu Alta masih ingat keinginan Alex yang ingin sekali di pertemukan dengan Papanya.

Alhasil mereka makan dengan suasana yang sangat canggung, jika bukan karena Alta mungkin Yura tak akan bisa bertahan di situasi seperti tadi.

Setelah makan dan berbasa-basi, mereka pun berpisah. Alta tak bertanya mengapa Yura pergi bersama Alex, karena Alta tahu jika Alex adalah teman satu tempat kerja Bundanya.

Selama makan hingga saat perjalanan kembali, Alex tak membuka suaranya mengungkit kejadian tadi yang pasti mengejutkannya. Lelaki itu tetap bungkam.

"Mas, maaf." Yura yang tak tahan melihat keterdiaman Alex pun memilih untuk membuka suara.

Alex hanya meliriknya sebentar, lalu kembali menatap jalanan.

"Aku salah karena tutupi ini, wajar kalau kamu marah."

"Yang ingin aku dengar itu alasan kamu, Yura. Bukan pengakuan kamu," ucap Alex akhirnya.

"Awalnya aku merasa belum siap untuk jujur sama kamu, karena saat aku ungkap semuanya maka itu sama aja dengan membuka luka lamaku."

"Iya, aku emang pengecut. Kamu pasti merasa di permainkan karena kejadian ini, apalagi kamu juga berteman sama Mas Gale."

"Sekarang kamu tahu siapa mantan suamiku, kalau kamu merasa keberatan untuk terus mempertahankan aku. Kamu bisa mundur, aku gak papa kok kalau kamu mau cari perempuan lain."

Alex memutar setirnya, lalu menghentikan mobilnya di samping jalan yang sepi.

Yura menunduk saat melihat ada kemarahan yang sedang menguasai perasaan Alex, terlihat dari tangannya yang mengepal kuat pada kemudinya hingga urat tangannya timbul.

"Are you still love him?" lirih Alex yang membuat jantung Yura memompa kencang.

Yura tak menjawab, juga tak kuasa untuk membalas tatapan Alex di sampingnya.

"Do you also know? If he still loves you too?" tanya Alex lagi yang membuat Yura terkejut dan langsung menatap Alex.

"M- Mas.."

"Kamu tahu rupanya," Alex terkekeh sarkas.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian?"

Yura tersentak saat Alex memukul setir dengan kencang, lelaki itu begitu frustasi yang menbuat Yura merasa sangat bersalah.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang