Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kehidupan Yura setelah kepergian Alex dan Gale ternyata tidak seburuk apa yang ia pikirkan, rasanya Yura kembali hidup bebas tanpa ada tekanan lagi ataupun masalah.
Kesehariannya tentu saja lebih sibuk, tapi tak membuat Yura mengeluh atas kondisinya.
Sebelum berangkat, Yura mengantarkan Alta lebih dulu ke sekolah lalu barulah Yura pergi berangkat bekerja.
Keadaan hotel, setelah kepergian Alex keadaan menjadi seperti biasa. Pendatang baru untuk mengisi kekosongan ruang kerja Alex, mulai masuk untuk pertama kalinya.
Room division manager kali ini adalah seorang wanita, usianya lebih tua dari Yura dan sifatnya juga tidak terlalu buruk meski tidak seramah dan sebaik Alex.
"Tahu gak, Teh? Katanya ya, RDM yang sekarang itu lebih perfeksionis. Ada salah satu staff room maid yang pernah satu hotel sama si Ibu itu, bilang kalau si Ibu itu orangnya perfeksionis dan gak bisa lihat ada satu masalah apapun."
"Jadi kalau kita ketemu dia, kita harus hati-hati."
Yura menyimak penjelasan Sonia tentang atasan baru mereka, padahal belum beberapa jam atasan baru mereka bekerja tapi sudah ada saja gosip yang tersebar.
"Tapi kan kita bukan bawahannya langsung, beliau kerja di tim pelayanan."
"Iya sih, tapi jaga-jaga aja. Takutnya dia setipe sama F&B Manager, galak dan suka tegur-tegur orang seenaknya karena masalah sepele."
Yura terkekeh mendengarnya, manager di bagian food and beverage itu memang di kenal dengan sosok pria berbadan besar yang galak dan di takuti seantero hotel. Tak pandang bulu untuk memarahi para staff, meski bukan staff yang bekerja langsung di bawahnya.
Tapi menurut Yura, beliau bukan orang yang seenaknya menegur tanpa ada alasan. Pasti ada alasan kemarahannya, seperti tidak menyapa, abai dengan keadaan sekitar, tidak menjaga kebersihan area hotel dan pelanggaran peraturan lainnya.
Contohnya jika ada sampah yang ada di tengah koridor, meski bekerja di bagian kantor dan ada public area yang bekerja, sampah itu tanggung jawab semua orang yang melihat. Tidak boleh berpikir, jika itu tugasnya public area maka bukan tugas mereka untuk membuang sampah itu. Itu adalah pemikiran yang salah dan wajar untuk di tegur, meski mereka bukan pelaku yang membiarkan sampah itu.
"Gak ada Pak Alex, suasana hotel jadi gak seru. Iya gak sih?" ucap Sonia saat mereka sedang berada di meja kantin, untuk mengisi perut mereka.
"Bilang aja kamu kekurangan nutrisi cowok ganteng," balas Yura.
"Bener! Disini itu gak banyak ada cogan, eh malah berkurang satu. Hidupku jadi kerasa suram," jelas Sonia dengan dramatis.
Sejak pesta perpisahan Alex saat itu, Yura memang tidak lagi mendapat cibiran dan lirikan tajam dari sekitar. Semuanya kembali seperti semula, ya walaupun Yura tetap tidak di perlakukan seperti dulu lagi.