Part 44 [Memutuskan]

2.3K 113 12
                                        

Halo semua, jangan lupa ramaikan ya 💖
Happy Reading, sorry for typo.

"Teh, ini makanan titipan dari Pak Alex

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Teh, ini makanan titipan dari Pak Alex. Mendingan Teteh makan dulu, jangan kerja terus."

"Makasih, Son."

Yura menyimpan makanan itu ke atas meja, lalu kembali berkutat dengan laporannya. Tak peduli jika saat ini masih jam makan siang, waktu yang seharusnya di pakai untuk mengisi perut dan bersantai sejenak.

Sejak kembali dari lobi tadi, Yura berusaha untuk bertahan meski kabar keributan tadi sudah mulai menyebar ke seluruh pekerja di hotel ini.

Yura yang ternyata adalah mantan istri dari seorang Galeo Fatih Dewangga, mantan menantu keluarga konglomerat. Selama ini mereka hanya tahu kekayaan keluarga Dewangga saja, tak tahu bagaimana rupa mereka secara langsung.

Jelas semua orang terkejut mendengar fakta itu, tak menyangka jika mantan suami Yura adalah orang penting.

Keributan tadi memang sudah berhasil di selesaikan, pihak hotel memanggil polisi untuk mengamankan Damar agar tak semakin membuat keributan. Sementara Gale, seperti biasa langsung pergi meninggalkan hotel tanpa memberi kejelasan apapun pada Yura.

Yura langsung meminta maaf pada semua orang yang ada di sekitar, juga mengatakan jika dirinya siap diberikan hukuman karena telah membuat keributan di depan tamu yang hadir. Tapi semua manager termasuk Alex, sepakat jika keributan ini bukan tanggung jawab Yura karena sejak awal hanya Damar dan Gale lah penyebab kericuhan ini.

Fakta jika Gale masih menginginkan Yura juga sudah menyebar luas, banyak yang menduga bahwa Yura hanya menjadikan Alex sebagai pelampiasan saja. Semua orang jadi memandang rendah Yura.

"Mentang cantik, dua cowok mau di kekep sekaligus. Mana dua-duanya dari keluarga konglomerat lagi, pinter banget mainnya. Kirain cupu, ternyata dia lebih suhu."

Itulah salah satu yang terdengar di telinga Yura saat Yura berada di toilet, dan Yura tahu ada banyak yang membicarakannya bahkan lebih buruk dari itu.

Tapi Yura memilih untuk tidak peduli, membiarkan mereka memandangnya dengan pemikiran mereka masing-masing.

"Teh, makan dulu ih. Nanti sakit lambung kalau telat makan," ucap Sonia lagi.

Yura yang tak mau mendengar Sonia terus mengingatkannya makan pun, langsung beranjak ke sofa yang ada di sudut ruangan untuk mengisi perutnya.

Tapi sebelum itu, Yura mengirimkan pesan lebih dulu pada Ayuna untuk meminta tolong menjemput Alta, karena Yura tak tahu keberadaan Gale sekarang. Jangan sampai Alta sendirian di sekolah karena ayahnya yang tidak bertanggung jawab.

Setelah mengirim pesan pada Ayuna, Yura mendapat pesan dari Alex.

Yura kembali menyimpan ponselnya, lalu fokus menghabiskan makanannya. Nafsu makannya menghilang, jika saja Alex tidak membelikannya makanan maka Yura memilih untuk tidak makan seharian ini.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang