Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Sebelum baca, disarankan buat tarik napas dulu. Jangan lupa ramaikan ya 💖
Happy Reading, Sorry for typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
November, 2020.
Perceraian adalah hal yang menakutkan bagi pasangan suami istri, dimana hubungan yang mereka perjuangkan sejak awal akan di putuskan oleh hukum dan setelah hakim mengetuk palunya maka hubungan mereka pun selesai.
Untungnya Yura dapat menghindari perpisahan mereka, setelah semua yang telah terjadi antara mereka. Rasanya memang menyakitkan bagi Yura, tapi akan jauh lebih menyakitkan bila Yura menyetujui perceraian mereka. Anggap saja jika ini adalah usahanya yang terakhir untuk hubungan mereka.
Seharusnya hubungan mereka akan berjalan seperti biasanya, bahagia dengan Alta yang ada di antara mereka. Namun entah ini perasaan Yura saja atau bukan, yang Yura rasakan setelah hubungan mereka membaik, Yura merasa jika hubungan mereka terasa hambar.
Gale memang tetap seperti biasa, bahkan dia menjadi sosok ayah yang baik untuk Alta. Peran Gale dalam hidup Alta cukup besar, meski Gale baru saja memulai perannya. Hanya saja, sebagai suami Yura merasa Gale sedikit berubah.
Seperti saat ini contohnya, saat matahari sudah sembunyi di bagian bumi lain dan malam sudah mulai larut Gale tak kunjung datang ke kamarnya. Bukan kali pertama Gale seperti ini sebenarnya, tapi malam sebelumnya pun Gale seperti ini, datang setelah Yura terlelap dan pergi sebelum Yura terbangun. Entah apa maksud dari suaminya itu, Gale seperti sengaja menghindarinya.
Karena itu, malam ini Yura akan mencari tahu masalah apalagi yang lelaki itu sembunyikan. Setelah Alta tidur, Yura langsung bergegas mencari keberadaan Gale.
Yura tak mendapati Gale di dalam rumah, Yura pun pergi ke luar rumah. Dan Yura melihat keberadaan Gale yang sedang duduk di saung depan rumah, tengah melamun menatap langit malam.
“Mas, lagi apa?” tanya Yura yang ikut duduk di samping Gale.
“Hei, kok keluar? Dingin, sayang.” Gale langsung melepas jaket yang ada pada tubuhnya dan memakaikannya pada Yura yang hanya mengenakan daster berbahan tipis.
“Dari kemarin kamu gak pernah ada di kamar, kamu itu tidur gak sih?”
Gale hanya tersenyum tipis, lalu kembali memandang langit malam.
“Mas, ada masalah apa lagi? Aku mau kamu jujur sama aku.”
“Gak ada kok, aku cuma gak bisa tidur belakangan ini. Jadi daripada ganggu kamu tidur, aku keluar aja dan aku masuk kalau kamu udah tidur biar aku yang jaga Alta kalau dia kebangun.”
“Kamu ngerasa gak sih, hubungan kita berubah?”
Gale langsung memandang Yura, menatap bola mata wanita yang begitu dia cintai itu.
“Berubah gimana?”
“Hambar, Mas. Hubungan kita gak sama kayak dulu lagi.”
“Setelah banyak hal yang terjadi antara kita, wajar kalau kita ada di titik ini. Tapi aku merasa, kamu yang buat hubungan kita kayak gini,” Yura menatap Gale.