Part 24 [Bad Family 2]

2.5K 110 8
                                        

Malam, sebelum baca jangan lupa vote dan ramaikan cerita ini dengan komentar kalian ya 💖

Happy Reading, sorry for typo.
Masih flashback.

Mei, 2020

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mei, 2020.

Gale bergegas keluar dari mobil miliknya, berlari memasuki rumah dengan perasaan cemas.

Sebelumnya, belum sempat Gale memulai pekerjaannya dan baru saja duduk kursi kebesarannya. Gale mendapat telepon dari kepala pelayan rumah, yang memberitahunya jika kondisi rumah sedang kacau.

Di ruang utama lantai satu, semua anggota keluarga kecuali Yura dan Tante Omara sedang berkumpul duduk mengelilingi sofa. Gale tak menghiraukan mereka, tujuannya saat ini adalah Yura.

"Galeo, buat istrimu bungkam."

Langkah Gale yang hendak memasuki lorong menuju lift pun terhenti kala suara Papa menggema, Gale memutar tubuhnya pelan menatap sang Papa dengan tatapan tajam.

"Jangan sampai dia membocorkan masalah ini pada siapapun, yang akan mencoreng nama baik keluarga ini."

"Siapa yang mencoreng?" Galeo tersenyum sarkas, menatap Om Adjie dengan tatapan menantang.

"Biarkan semua orang tahu, jika keluarga ini tidak lebih berisikan para kriminal."

"Galeo!"

"Saya tidak akan tinggal diam jika kalian melibatkan istri saya, ancaman itu masih berlaku."

Gale memutar tubuhnya kembali, lalu melangkah pergi meninggalkan ruang inti rumah ini yang terasa sangat memuakan.

"Dimana Yura?" tanya Gale pada seorang pelayan yang menyambut kedatangannya saat ia tiba di lantai unitnya.

"Di kamar, Tuan."

Gale berjalan menuju kamarnya, sembari mengontrol emosinya sebelum menyikapi keadaan Yura saat ini.

Tiba di kamar, Gale terhenyak melihat Yura yang duduk di atas lantai menyandarkan kepalanya pada sofa single di depan jendela kamar.

Gale sudah mengetahui garis besar masalah yang telah terjadi dari penjelasan kepala pelayan rumah, sehingga Gale sudah bisa menebak apa yang akan Yura katakan.

"Sayang, kok duduk di bawah?"

Yura mendongakkan kepala, menatap Gale dengan mata sembab dan bekas air mata di kelopak matanya.

"Apa ini kebiasaan kalian? Menutup mata saat ada yang hampir mati demi menjaga citra?"

"Kalian lebih buruk dari pelaku kejahatan itu sendiri!"

Gale menghela napas panjang, duduk di depan Yura sebelum berbicara dengan hati-hati, jangan sampai ucapannya semakin membuat perasaan istrinya semakin hancur.

"Sayang," Gale tak tahu harus berkata apa, karena yang Yura ucapkan adalah kebenaran.

"Apa kamu juga bakal diam juga? Kamu gak peduli lihat Tante Omara dalam keadaan kritis karena ulah Om bejat kamu?"

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang