Yura sudah selesai dengan kisah cintanya, meski tidak pernah terbayangkan olehnya bisa berakhir menjadi single mother sekaligus janda cerai di usia muda, Yura bahagia menjalani hidupnya bersama Alta- putranya.
Ceritanya memang sudah mendapatkan akh...
Halo, sebelum baca jangan lupa vote ya dan ramaikam part ini dengan komentar kalian 💖
Happy Reading, sorry for typo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menidurkan Alta di kamarnya, Alex kembali ke teras rumah dan mengajak Yura mengobrol disana. Rupanya lelaki itu tak main-main, soal rasa cemburunya saat melihat foto pernikahan Yura dengan Gale.
Tapi meski begitu, Alex tak protes ataupun hanya sekedar bertanya pada Yura mengenai foto itu. Kenapa Yura masih memajangnya atau bahkan bertanya soal alasannya, Alex memilih untuk diam tanpa menutupi perasaannya.
"Aku pajang foto itu buat Alta, aku mau Alta lihat kalau kehadirannya adalah kebahagiaan untuk aku dan Gale."
"Hm, i see."
"Suatu saat aku pasti akan lepas foto itu, setelah Alta mengerti soal hubungan aku dan Gale."
Alex terdiam, hal itu membuat Yura merasa suasana di antara mereka menjadi tak enak. Selama ini Alex adalah orang yang aktif dalam obrolan mereka sedangkan dirinya pasif, sehingga di saat hal seperti ini terjadi Yura jadi bingung sendiri harus apa.
"Aku harus apa biar kamu gak marah?" tanya Yura dengan suara pelan.
Alex menoleh membalas tatapannya, lalu lelaki itupun terkekeh geli melihat raut wajah tak enak dari Yura.
"Siapa yang marah? Aku gak marah kok, aku cuma lagi berpikir sesuatu."
"Soal apa?"
"Saat kita berdua sudah menikah, aku gak mungkin kan tinggal di rumah yang mantan suami kamu kasih buat kamu. Sebenernya aku punya rumah di Jakarta, tapi kita gak bisa menetap di sana. Karena itu, aku berpikir ada baiknya aku beli rumah di Bandung buat kita tinggali nanti."
"Gimana menurut kamu?"
Yura menipiskan bibirnya, tak tahu harus berkata apa mendengar masa depan yang tengah Alex susun untuk mereka.
"Terserah kamu aja."
Alex mencubit hidung Yura dengan gemas, menahan diri untuk tidak menyerang bibir ranum milik Yura yang berwarna merah terpoles lipstick itu.
"Jadi cari rumah dulu atau nikah dulu?" tanya Alex lagi yang membuat Yura kembali kehabisan kata-kata.
"Kayaknya nikah dulu deh, sebelum ketemu tikungan di masa depan nanti. Iya kan?"
"Malah bengong, di ajak diskusi juga." Alex menyentil dahi Yura yang membuat Yura meringis.
"Aku gak tahu harus ngomong apa."
"Susah banget ngajak kamu buat di ajak serius," kata Alex, mengalihkan tatapannya dari Yura.
Yura merasa bersalah, kentara sekali jika hubungannya dengan Alex terlalu berat sebelah. Hanya Alex yang exited dan berinisiatif dari hubungannya, sementara Yura pasif.