Part 8 [Momen Perubahan]

4.9K 197 7
                                        

Selamat membaca, sorry for typo.

Di ingatkan kembali, kalau awal partnya ada bulan dan tahun itu artinya cerita flashback ya..

Di ingatkan kembali, kalau awal partnya ada bulan dan tahun itu artinya cerita flashback ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Januari, 2020.

Helaan napas panjang dan berat kembali keluar dari mulut Gale, saat mobil yang mereka tumpangi tiba di pekarangan rumah besar dan luas milik keluarga Dewangga.

"Pada akhirnya aku kalah, dari mereka."

"No, sayang. Kamu gak kalah, tapi kamu mengalah demi orang yang kamu sayang."

Gale menoleh menatap Yura, tangannya membalas genggaman tangan Yura tak kalah erat mencoba menyalurkan perasaan yang ia rasakan.

"It's oke, everything will be oke. Iya kan, sayang?"

Gale tersenyum hambar, tak bisa memberi jawaban atas pertanyaan sang istri. Dirinya saja tak yakin bisa mempertahankan senyuman wanita pujaan hatinya itu, seperti sebulan yang mereka jalani di Bandung.

"Ayo turun."

Yura membantu Gale untuk melepas sabuk pengaman, suaminya itu tampak tak bertenaga setelah mereka tiba di wilayah kekuasaan Dewangga, yang sebenarnya adalah tempat tinggal dia semasa kecil.

"Selamat datang, Tuan Galeo dan Nyonya Yurani. Anda berdua sudah di tunggu Tuan dan Nyonya besar di dalam," ucap seorang pelayan yang menyambut kedatangan mereka.

Yura berusaha untuk terbiasa menerima penghormatan berlebihan dari semua pekerja rumah keluarga suaminya, mereka semua serentak menunduk dalam saat Yuda Gale melewati mereka.

Penghormatan ini jelas berlebihan di mata Yura, meski ini bukan kali pertama dia melihat. Semua pekerja bersikap, seolah mereka akan kehilangan nyawa jika berani menunjukan wajah mereka ke majikan mereka.

Yura menarik napas dalam-dalam kala pintu menuju ruang utama rumah ini di terbuka, memperlihatkan kemewahan rumah beserta semua penghuni yang menguasai rumah ini di dalamnya tengah duduk di sofa panjang dan mahal.

Jika dihitung keseluruhan, ada sekitar dua puluh lima anggota keluarga yang menunggu mereka. Sebanyak itu dan semuanya tinggal di rumah ini, tidak heran mengapa rumah ini begitu luas dan megah.

"Datang juga kalian," kalimat itulah yang menyapa pasangan pengantin baru itu.

Gale semakin mengerutkan genggaman tangannya dengan Yura, lalu membawa istrinya itu untuk mengisi tempat yang kosong.

"Selamat datang kembali, Yura. Selamat datang di rumah Dewangga. Kamu sudah menjadi bagian dari kami, karena itu mulai sekarang rumah ini menjadi rumahmu juga," ucap seorang wanita paruh baya pemilik senyuman anggun, ibu mertua Yura alias ibu kandung Gale.

Yura merasa tercekat, entah kenapa kalimat sambutan itu terdengar seperti putusan sidang dari hakim untuk dirinya yang terpidana hukuman berat.

"Dimana Eyang Putri?" tanya Gale yang akhirnya bersuara.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang