Part 48 [Patah Hati Terdalam]

2.5K 123 8
                                        

Halo, jangan lupa ramaikan ya 💖
Happy Reading, sorry for typo.

"Bunda! Lihat, puzzle nya udah jadi!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bunda! Lihat, puzzle nya udah jadi!"

Seruan Alta membuat Yura yang sedang melamun sontak tersadar, menatap puzzle bergambar spiderman itu dengan senyuman.

"Wah keren, Alta buat sendiri?"

"Iya dong! Papa cuma bantu satu aja, sisanya Adek."

"Hebatnya anak Bunda," pujian Yura membuat Alta semakin tersenyum lebar, bangga dengan dirinya sendiri.

Sementara Gale yang duduk di atas karpet, sejak tadi hanya memperhatikan gerak-gerik Yura yang berbeda. Sudah sejak tadi pagi, Yura terlihat tak bernyawa dan banyak melamun.

Ingin bertanya pun percuma, Yura tidak akan dengan mudah menceritakan masalahnya.

Seharusnya Gale tidak pernah menarik pengawal bayangannya yang dia kerjakan khusus mengawasi sekitar Yura, sehingga Gale tahu apa yang telah terjadi.

Selama ini yang Yura tahu, Gale hanya memperkerjakan orang di sekitar Alta saja padahal meski sudah empat tahun bercerai Gale tidak pernah lepas pengawasan dari Yura.

Baru satu bulan ini, Gale manarik orangnya. Gale sudah tak bisa ikut campur lagi dari kehidupan Yura karena tak enak dengan Alex.

Sekarang Gale menyesali keputusannya itu, karena sekarang Gale tak tahu apa masalah nya.

"Adek mau bobo..," ucap Alta mengucek matanya yang sayu.

"Bobonya mau ditemenin siapa?" tanya Yura.

"Sama Bunda, sama Papa juga."

"Ayo, gosok giginya dulu. Bunda temenin, nanti Papa nyusul kalau udah beresin mainan Alta."

Yura mengajak Alta pergi ke kamarnya, meninggalkan Gale yang sedang membereskan mainan Alta.

Setelah menggosok gigi, Alta langsung berbaring di tengah kasur dan di ikuti Yura. Tak lama Gale datang dengan kantung mainan di tangannya, menyusul Alta menempati satu sisi tempat tidur yang kosong.

Tampaknya Alta sudah benar-benar mengantuk kali ini, tanpa harus di bacakan buku dongeng saja Alta sudah tertidur lelap.

"Kamu masih gak mau cerita? Kalau ada masalah cerita aja, aku siap dengerin kamu dan kasih kamu saran," ucap Gale menatap Yura yang tengah mengusap perut Alta, lagi-lagi asik melamun.

"Apa karena kamu ragu sama perasaan kamu?"

"Untuk apa aku ragu?" balas Yura, balik menatap Gale.

"Kalau hati kamu masih belum yakin, bilang sama Alex biar dia bisa nunggu kamu lagi untuk yakinkan diri."

"Atau, kamu batalin aja lamaran Alex. Biar aku bisa dapat kesempatan lagi, Ra."

Yura menghela napas panjang, lalu beranjak bangun dari kasur dan pergi meninggalkan kamar. Gale pun ikut beranjak, mengikuti Yura setelah membenarkan selimut Alta dan mematikan lampu utama kamar.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang