Part 36 [Perang]

2.6K 129 5
                                        

Malam, biasakan vote dan jangan lupa ramaikan part ini dengan komentar kalian ya 💖

Happy Reading, sorry for typo.

Gale membaringkan Yura di atas kasur hotel tempat yang sama dengan lokasi, tadinya Gale akan membawa Yura pulang tapi Yura sudah terlelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gale membaringkan Yura di atas kasur hotel tempat yang sama dengan lokasi, tadinya Gale akan membawa Yura pulang tapi Yura sudah terlelap. Karena itu, Gale meminta Pak Irawan yang kebetulan ikut bersamanya tadi untuk memesankan kamar.

Selain karena serangan paniknya yang kambuh, sepertinya belakangan ini Yura tidak menjaga pola tidurnya dengan benar sampai Gale bisa melihat kantung mata Yura.

"Ada lagi yang harus saya kerjakan, Pak?" tanya Gale keluar dari kamar, menghampiri Pak Irawan yang tengah duduk di sofa. Pagi tadi Pak Irawan datang dari Jakarta untuk mendatangi Gale, dengan membawa banyak sekali pekerjaan yang harus di diskusikan langsung.

"Saya mendapat laporan dari tim keuangan, tapi saya merasa ada sesuatu yang aneh."

"Aneh, seperti?" Gale mengisi single sofa yang berhadapan dengan Pak Irawan.

"Jumlah keuangan tahunan di tahun ini menurun dari lima tahun lalu, saya perhatikan penurunan itu terjadi selama lima tahun belakang."

"Padahal dalam lima tahun ini, tidak ada penurunan dalam kinerja kita. Seharusnya pendapatan kita lebih tinggi, atau minimal setara dengan pendapatan tahun sebelumnya."

Gale menyimak penjelasan Pak Irawan, selama ini Gale merasa tidak ada yang salah dengan pendatapan perusahaan. Rupanya tidak.

"Siapa penanggung jawab langsungnya?"

"Ada di bawah tangan Bapak Adjie."

Sekarang Gale tak heran, kemungkinan besar pamannya lah pelakunya. Pantas saja tidak ada yang melapor soal penggelapan dana ini.

"Dalam kurun waktu lima tahun, itu artinya.."

"Selama Pak Gale menjabat sebagai direktur utama."

Gale terkekeh, auranya berubah yang membuat Pak Irawan seketika langsung menegakan tubuhnya kaku.

"Ada yang mencoba bermain-main dengan saya, rupanya."

"Siapa saja yang tahu soal ini?"

"Saya baru melaporkan ini hanya pada Pak Gale saja, karena ini adalah kecurigaan saya."

"Jangan sampai ada yang tahu, biar saya yang akan mengurus masalah ini. Pasti ada banyak orang yanh terlibat, sehingga masalah ini tidak pernah muncul di permukaan."

"Tolong panggilkan Reno, ada pekerjaan yang harus dia lakukan."

"Baik, Pak. Kalau begitu, saya undur diri dulu."

"Tunggu, Pak."

"Ada yang perlu saya lakukan lagi, Pak?" tanya Pak Irawan yang sudah berdiri di depan pintu, hendak keluar.

AFTER ENDING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang