Selamat membaca...
Sorry kalo ada typo...
------------------------------
Suara tangisan bayi setiap paginya pasti selalu saja terdengar di kediaman pasangan Aditya serta Agatha. Tangisan yang berasal dari Ayra itu setiap paginya pasti selalu berhasil membangunkan kedua orang tuanya dari tidur mereka. Lihat saja sekarang Agatha langsung bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar sang anak yang terletak tepat di samping kamar mereka.
Ya, sejak umur Ayra berusia lima bulan, Aditya dan Agatha sengaja memisahkan kamar mereka. Tujuan mereka melakukan itu adalah untuk melatih Ayra agar terbiasa tidur sendiri. Meski begitu, mereka tidak benar-benar meninggalkan Ayra sendirian. Mereka meninggalkan sebuah alat yang bisa merekam video dan juga suara dari kamar milik Ayra, sehingga ketika Ayra melakukan kegiatan apapun di kamar, bahkan menangis, mereka bisa mengetahuinya.
Agatha yang berada di kamar Ayra langsung membawa bayi cantik tersebut ke dalam gendongannya. Seperti biasa, setiap kali Ayra menangis dan di bawa ke gendongan sang ibu, bayi itu langsung berhenti menangis. Dia seperti sudah tau aroma khas milik ibunya.
"Kita ke kamar mami sama papi yuk? Papi kayanya tidur lagi deh habis ke bangun dengar tangisan Ayra" Agatha kemudian membawa Ayra ke kamar milik mereka.
Benar saja, saat sampai di kamar mereka, Agatha melihat suaminya kembali tertidur dengan posisi tengkurap dan jangan lupakan punggung polos suaminya yang terlihat begitu jelas karena tidak tertutupi selimut.
"Ayra bangunin papi ya? Suruh papi nya bangun biar nanti papi temenin Ayra berjemur" Agatha lalu meletakkan Ayra tepat di samping tubuh sang suami.
Agatha seketika terkekeh ketika melihat tangan gembul milik Ayra menepuk-nepuk wajah Aditya bahkan jari-jari gemuk itu kini terlihat menusuk-nusukan jarinya ke mata sang suami yang masih tertutup.
Di sisi lain, Aditya yang baru saja kembali tertidur karena terbangun oleh tangisan sang anak merasakan wajahnya di tepuk-tepuk oleh tangan kecil. Bahkan, bagian matanya terasa di tusuk-tusuk oleh seseorang.
Dengan mata yang berat, Aditya membuka kedua matanya. Senyum di wajahnya sontak terpatri ketika menatap sesosok bayi cantik yang tepat berada di hadapannya. "Good morning, Ayra sayang..."
Ayra langsung tertawa dan menepuk-nepuk kedua tangannya. Dia senang seakan-akan merayakan keberhasilannya membangunkan sang ayah.
"Ternyata Ayra yang membangunkan papi. Ayra harus papi hukum ya?" Aditya langsung dengan gemas mencium seluruh permukaan wajah sang anak. Bahkan, tangannya juga ikut mencubit pipi gembul bayi cantik tersebut.
Ayra yang di perlakukan bak boneka oleh sang papi pun hanya tertawa. Dia seperti senang di ajak bermain oleh papi nya.
"Mas, udah. Entar lama-lama anaknya nangis loh" tegur Agatha. "Lebih baik kamu bawa Ayra buat jemur di halaman belakang. Mumpung ada matahari tuh. Matahari pagi bagus buat tubuhnya Ayra."
Aditya yang mendengar perintah sang istri langsung bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian memakai kaos putih miliknya yang di berikan sang istri.
Cup!
Aditya memberikan kecupannya tepat di bibir sang istri. "Good morning, sweety..."
KAMU SEDANG MEMBACA
PAMAN SAHABATKU || END
Romance"Akhirnya, setelah sekian lama saya menemukan kamu, sweety." Tubuh Agatha seketika menegang ketika mendengar suara yang sangat dia kenal. Suara yang bertahun-tahun tidak pernah dia dengar, kini kembali mengalun dengan lembut di telinganya. Dia tau s...
