WARNING⚠️⚠️
[21+]
_______
Harapan Misha adalah menyelesaikan 6 bulan masa trainingnya dengan menyenangkan, memiliki teman-teman yang banyak dan tidak ada persaingan. Namun, itu adalah harapannya sebelum ia menginjakkan kakinya di hotel berbintang it...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
War Of Heart - Page 33 .
.
Suara gemuruh dari langit terdengar memekakkan telinga, gadis itu melepaskan jas hujan berwarna pink yang dipakainya. Misha, sang gadis mengibaskannya dua kali lalu menyampirkan atasan jas hujannya lalu disusul dengan celana mantolnya di sebuah papan tulis besar yang terletak di ujung koridor dekat dengan pintu masuk karyawan.
“Mana basah lagi,” keluh Misha saat celana bahan beserta sehelai apron yang ia pakai tetap basah meskipun dirinya memakai jas hujan. Gadis tersebut melepaskan apron yang memiliki panjang sebatas pahanya, kemudian berjalan menuju ke arah kamar mandi karyawan yang berada di samping office banquet lalu memeras apronnya di wastafel.
Tes
Tes
Tes
Usai dengan kegiatannya, ia langsung menggantung selembar kain itu dengan paku yang berada di samping wastafel, jadilah saat ini Misha hanya mengenakan celana bahan serta atasan berwarna krem dekil yang merupakan seragam hotel.
“Shafira?”
Misha menyusuri koridor, mengeraskan suaranya untuk memanggil teman sekelasnya tersebut. Siapa tahu Shafira ada disini, meskipun Misha sendiri pun tidak yakin lantaran saat ini ballroom sangat sunyi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Apakah teman-temannya yang masuk pagi berada di main building semua dan tidak ada yang menjaga ballroom?
Sial. Jadi Misha hanya sendiri? Kenapa anak-anak yang masuk sore juga belum ada yang datang?
Drrttt
Drrtt
Ponselnya bergetar, gadis itu melihat layarnya yang menyala dan menampilkan sebuah pesan dari grup chat ‘Banquet Team’ yang isinya berjumlah empat belas orang. Seharusnya, isinya khusus anak magang serta staff banquet saja, namun beberapa di antaranya ada juga yang sudah selesai masa training tapi namanya masih bertengger di grup.
Rangga
Teu bisa balik Wak Nunggu terang dulu inimah
Rangga adalah salah satu trainee yang berasal dari daerah Jawa Barat. Misha tersenyum, merasa lucu ketika mengingat Rangga yang berusia empat tahun di atasnya itu mengobrol menggunakan bahasa Sunda dengan dua temannya, yaitu Eva dan—
“Sayang?”
—dan Reinard.
Rupanya lelaki itu ada di ballroom, berarti Shafira dan yang lain berada di main building untuk mengawasi jalannya meeting. Tapi pertanyannya kenapa harus Reinard si anak emas yang disini? Kenapa bukan Shafira atau Rangga saja? Misha yakin tenaga Reinard akan sangat dibutuhkan disana, tapi..