[CHAPTER 41]

1.6K 95 12
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Felicia) - Unknown

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Felicia) - Unknown

_____

War Of Heart -- Page 41
.
.

Tujuh tahun lalu,

"Halo semuanya, perkenalkan namaku Felicia. Pindahan dari salah satu sekolah di Singapura." Gadis itu begitu pandai menguasai diri seolah terbiasa berbicara di depan banyak orang asing. Dengan mengenakan seragam yang tampak mencolok karena berbeda dengan seragam murid-murid SMP di Indonesia, gadis yang memperkenalkan diri dengan nama Felicia tersebut berdiri tegak, tersenyum manis di depan kelas barunya.

"Sebelumnya aku memang asli Indonesia 'kok, aku sempat pindah-pindah beberapa kali kerena pekerjaan orangtua. Semoga kita bisa berteman baik, mohon bantuannya ya, teman-teman." Kalimatnya ditutup dengan senyuman manis pula.

Kala itu, meskipun Felicia cukup populer, namun dia tidak memiliki banyak teman. Hanya sekedar teman kelas dan saling sapa, namun tidak ada yang benar-benar dekat dengannya karena Felicia tidak pandai bergaul. Selain itu, pembawaannya yang kalem dan tenang sering disalah artikan oleh teman-temannya. Acap kali Felicia disebut sombong dan bertingkah seolah-olah tidak sudi berteman dengan mereka.

Nyatanya tidak begitu. Meskipun Felicia cukup pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, tapi gadis itu tidak cukup baik mencari teman baru. Mungkin itu merupakan salah satu efek karena terlalu sering berpindah-pindah tempat dan bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki berbagai karakter unik, jadi Felicia terlalu takut memulai pembicaraan karena khawatir orang tersebut malah akan mengganggunya.

Hampir tiga bulan lamanya gadis itu menjalani hari-hari di sekolahnya dengan kesendirian, dan Felicia sejujurnya sudah mulai terbiasa ketika tahu-tahu saja bangku di sampingnya terisi oleh sebuah tas berwarna hitam.

Felicia yang masih berdiri dengan tas di punggungnya menengok ke kanan-kiri, melihat wajah teman-temannya yang masih bengong dengan muka mengantuk dipagi hari. "Umm, Vio, ini tas siapa?"

WAR OF HEARTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang