WARNING⚠️⚠️
[21+]
_______
Harapan Misha adalah menyelesaikan 6 bulan masa trainingnya dengan menyenangkan, memiliki teman-teman yang banyak dan tidak ada persaingan. Namun, itu adalah harapannya sebelum ia menginjakkan kakinya di hotel berbintang it...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Posisi pool bar yang atapnya segitiga itu ya guys,
Lalu di bab ini ada meja panjang khusus buat tempat peralatan makan kotor untuk di angkut ke dishwash yang ada di ballroom, untuk mejanya letaknya di samping pool bar sebelah kanan sana,
Terus di belakang pool bar itu kan ada ruangan yang kelihatan ada jendela dan cahaya, itu kamar mandi yaa
Dan di sebelah kanan kamar mandi kan itu kelihatan ada jalan kecil, nah itu jalan buat ke gudang yang letaknya di belakang kamar mandi.
Sekian selamat membaca❤️Kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan ketik di kolom komentar ya, Darling😘
_____
War Of Heart - Page 46 . .
Ketika Misha kembali lagi ke garden, ternyata para tamu sudah pergi. Hanya menyisakan pengantin bersama beberapa anggota keluarganya serta tim wedding organizer. Mereka sedang mengambil beberapa foto dan video di panggung yang telah dihias begitu indah.
Seharusnya, Misha tertarik menatap dekorasi panggung yang begitu megah dan cantik tersebut, tapi tanpa bisa dicegah begitu ia melewati panggung matanya justru mengedar ke bagian audio video yang sebelumnya di tempati Reinard dan tidak mendapati pria itu disana.
Sialan! Kenapa matanya tidak bisa berkompromi?
Belakangan ini setelah dirinya menghindari dan berpura-pura tidak pernah dekat dengan pria itu, Misha akui ia jadi sedikit galau. Selain karena merasa terbiasa bersama Reinard, Misha juga sadar kalau sebelumnya, ketika ia masih bersama pria itu, apapun kebutuhannya selalu Reinard yang menyediakan termasuk hal-hal sepele lainnya. Reinard juga satu-satunya orang terdekatnya yang ia akui, melebihi Shafira yang statusnya adalah teman kelasnya sendiri.
Tapi bukannya dia tidak mengakui Shafira. Selain bertemu sekilas di kos, mereka juga hanya berkomunikasi ketika bertemu di tempat kerja. Selebihnya, mereka bahkan tidak pernah libur dan hangout bersama. Misha juga merasa insecure ketika bersama temannya itu. Karena dibanding Shafira yang sudah diajari banyak hal oleh senior perempuan mereka, Misha justru merasa dibiarkan dan tidak pernah diperbolehkan untuk menyentuh ranah admin. Tentu ketika ia dibandingkan dengan Shafira, ilmunya kalah jauh. Dan yang lain pasti akan membanding-bandingkannya di belakang. Maka dari itu Misha lebih memilih menjaga jarak dengan Shafira.
"Kak Misha!" Misha langsung menoleh mencari sumber suara, ketika matanya menemukan sekumpulan anak casual yang berdiri di meja panjang samping pool bar--meja khusus untuk meletakkan peralatan makan kotor--ia langsung menuju ke arah sana melewati stall-stall di tiga pendopo yang masih di clear up stewart bersama beberapa anak kitchen. "Aduhh!! Seksi banget!"
Misha melotot mendengar penuturan salah satu casual perempuan yang ia ketahui bernama Jessica. Cewek berkulit bersih dengan mata sipit, dilihat dari wajahnya sudah kentara kalau ia keturunan setengah tionghoa.