[CHAPTER 44]

2.2K 119 27
                                        

Absen cewek-ceweknya Reinard👇👇

Absen cewek-ceweknya Reinard👇👇

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____

War Of Heart - Page 44
.
.

Brugh!

Begitu Reinard membanting dan mengunci pintu kamar, lengannya langsung menarik tubuh Misha mendekat hingga punggung gadis itu membentur pintu. Reinard mengabaikan wajah terkejutnya dan langsung menyambar bibir misha--menyapa bagian tubuh gadis itu dengan ciumannya yang kuat dan kasar sementara tangannya mencengkeram tengkuk Misha agar gadis tersebut tidak dapat menolak.

"What a naughty girl," erang Reinard di sela ciumannya. Matanya membidik iris mata Misha yang mulai terlena. "Sengaja nggak balas telponku dan malah keluyuran malam-malam. Kamu nggak takut di apa-apain sama orang, hm?"

"Di apa-apain.. Maksud Kak Rei?" Gadis itu menahan napas ketika jemari Reinard mulai merayap turun, memasuki celana tidur yang dipakainya lalu menangkup kewanitaan Misha yang masih terbalut panties. Dengan terbata-bata ia melanjutkan. "D-di culik?"

Melihat wajah gadis itu yang tegang dan berusaha menahan erangannya justru membuat Reinard gemas. Dengan tidak berperasaan ia langsung menyusupkan tangannya ke dalam panties Misha dengan kasar hingga akhirnya jemarinya bertemu langsung dengan kelembutan gadis itu.

Napas Reinard memberat--ikut terpengaruh dengan apa yang ia perbuat pada tubuh gadis kesayangannya.

Napasnya tidak beraturan dan ia mendengus-dengus ketika membalas gadis itu. "Nggak perlu culik kalau mau ngelakuin hal kotor kayak gini, Sayang. Di kamar mandi kayak yang biasa kita lakuin bisa, di rumah kosong belakang minimarket itu bisa... Bahkan di semak-semak samping gangmu juga bisa."

Matanya mengawasi setiap perubahan ekspresi yang ditunjukkan Misha. Mulai dari ketakutan, ragu, bingung, hingga kini berubah sedikit sayu karena mulai menikmati sentuhannya tertangkap jelas dalam pengamatannya. Reinard sudah terlalu paham akan setiap ekspresi yang ditunjukan Misha meskipun terkadang gadis itu menyangkalnya.

Jemari Reinard yang semula hanya menggesek klitorisnya mulai menyelinap masuk, mengisi kekosongan tubuh gadis itu tanpa aba-aba membuat kewanitaan Misha mencengkeram jarinya kuat.

Reinard mengerang merasakan kehangatannya. "Enak?"

Meskipun Misha hanya menggigit bibir, namun bola matanya yang berkaca-kaca menatap Reinard sudah memberikan jawaban yang jelas.

"Mau digerakin?" Tanya pria tersebut dengan suara yang mulai serak menandakan ia sekuat tenaga menahan diri agar tidak segera menyetubuhi gadis itu. Uap panas hadis di antara keduanya, Misha yang sudah merasa familiar dengan kehadiran tubuh Reinard mengangguk tanpa ragu.

Tapi sayangnya sebuah anggukan tidak cukup bagi pria itu.

"Mau cepet apa pelan, hm?" Meskipun begitu jemarinya mulai bergerak keluar masuk dengan pelan membuat Misha dengan jelas dapat merasakan bagaimana tekstur jari tengah Reinard yang memasuki tubuhnya.

WAR OF HEARTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang