Chapter 14

444 75 27
                                        

Malam telah berlalu, Jeongyeon bangun dengan dua lingkaran hitam di bawah matanya dan penuh dengan kebencian.

Karena Mina, dia hampir tidak tidur tadi malam. Dia menunggu lama di depan pintu sampai Sunmi datang dengan wajah panik, menyebabkan dia tidak bisa tidur nyenyak sama sekali.

Dia awalnya berencana menemui Mina untuk menyelesaikan masalah mereka, tapi diberitahu bahwa dia telah pergi bekerja.

Setelah Jeongyeon keluar dari kamar dan turun ke bawah, dia melihat Chaeyoung sedang duduk di sofa sambil menonton TV.

Dia sedikit bingung akan keberadaan gadis kecil itu di rumahnya. Semenjak dia datang ke dunia ini, dia tidak pernah melihat Chaeyoung sekalipun sampai kemarin sore.

Dia hanya ingat bahwa Sunmi pernah bilang bahwa Chaeyoung tinggal di sisi rumah sebelah bersama Mina dan dia di jaga sangat ketat oleh pengawalnya.

Tapi...

Kenapa dia sekarang ada di sini?

Mendengar suara langkah kaki yang menggema di tangga, Chaeyoung menoleh dan melihat Jeongyeon sedang linglung berjalan turun.

Dia langsung tersenyum dan memanggilnya, "Kakak ipar!"

"Hei, kau sendirian?" Jeongyeon bertanya dengan nada ramah sembari melihat sekeliling.

Melihat tidak ada siapapun yang menemaninya, dia berjalan mendekat dan bertanya lagi, "Apa yang sedang kau tonton?"

Chaeyoung tidak terbiasa dengan sikap lembutnya, tapi merasa senang karena kakak iparnya tidak menakutkan seperti sebelumnya. Dia bahkan dengan senang hati duduk disebelahnya dan menonton TV bersamanya.

Suasana begitu harmonis di antara mereka berdua, tidak ada ketegangan atau pun kecanggungan. Mereka bahkan terlihat seperti saudara kandung.

Segera waktu makan siang pun tiba. Makanan kali ini lebih mewah dan ada kue strawberi di tengahnya.

Suasana makang siang kali ini terasa lebih menyenangkan dibandingkan makan malam sebelumnya, meski mereka hanya berdua.

Jeongyeon tidak makan banyak, dia hanya merawat Chaeyoung dengan menyajikan makanan yang dia suka ke piringnya.

Karena itulah, setelah makan siang Chaeyoung pun langsung menempel padanya. Memeluknya dan memainkan permainan kecil dengannya.

Saat sudah lewat jam 2, Chaeyoung terpaksa melepaskan Jeongyeon ketika pengasuhnya datang untuk mengingatkan tidur siang.

Jeongyeon bersiap untuk kembali ke kamar, dia hendak berjalan menuju tangga, tapi dihentikan oleh Chaeyoung sebelum dia sempat melangkah.

"Kakak ipar!"

Jeongyeon berbalik dan bertanya padanya, "Ada apa?"

"........."

Jeongyeon mengernyit melihat Chaeyoung menundukkan kepalanya, terlihat ragu-ragu untuk bicara.

Mengerti akan sikapnya yang canggung, dia lalu berjongkok, mensejajarkan posisinya dengan Chaeyoung, menepuk kepalanya dengan lembut dan bertanya, "Apa yang ingin kau tanyakan padaku?"

"Bolehkah...aku datang ke sini lagi untuk bermain denganmu?"

"......"

Jeongyeon tidak bisa menahan senyuman di bibirnya, anak ini sangat manis, sungguh berbeda dengan kakaknya yang dingin.

Dia tidak tahan untuk tidak mengulurkan tangan ke pipinya yang cabi, mencubitnya tanpa menggunakan kekuatan dan melepaskannya.

"Tentu saja, ini kan juga rumahmu dan tidak akan ada yang melarangmu..." Chaeyoung tersenyum lebar dan menampakkan lesung pipinya.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang