Chapter 39

359 60 9
                                        

"Aku percaya."

Jeongyeon terdiam sesaat mendengar jawaban Mina. Dia mengulangi sekali lagi hanya untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar, "Benarkah?"

"Ya!"

Wajahnya seketika berubah penuh dengan tanda tanya dan tiba-tiba, dia tidak bisa berkata apa-apa.

Segampang itu?

Dahi Jeongyeon berkerut

Entahlah, dia merasa tidak senang akan reaksi Mina yang terlihat biasa-biasa saja, seolah-olah informasi yang diberikan itu sama sekali tidak penting.

"........."

Melihat Jeongyeon terdiam dengan wajah masam, raut wajah Mina akhirnya sedikit berubah.

Bagaimana pun, dia sudah tahu bahwa Jeongyeon sekarang adalah orang yang berbeda dan hanya mengaitkannya dengan kepribadian ganda. Karena itulah, dia tidak terlalu terkejut akan pengakuannya yang tiba-tiba.

Mina menatap Jeongyeon dengan tenang, namun sudut bibirnya sedikit melengkung ketika bicara, "Bukankah kau bertanya apakah aku percaya dan aku sudah menjawabnya. Lalu, kenapa kau diam lagi dan tidak menjelaskan padaku?"

Jeongyeon mengepalkan tangannya di samping tubuhnya, merasa agak malu dengan sikapnya yang masih kekanak-kanakan.

Dia kemudian melirik ke samping dan tatapannya jatuh pada beberapa pelayan yang berjaga di sekitar mereka.

Menghadapi perubahan mendadak seperti itu dan keputusannya yang belum matang, dia benar-benar menjadi tegang.

Dia terdiam sejenak lalu mengangkat pandangannya menatap Mina, mencondongkan tubuhnya ke depan.

Mina sama sekali tidak mundur saat wajah Jeongyeon semakin dekat padanya dan terus menatapnya dengan tenang.

Dengan jarak satu kepala dari Mina dan melihat Mina tidak mundur, jadi Jeongyeon semakin mendekat ke arahnya.

Kali ini, mereka sangat dekat, Jeongyeon merendahkan suaranya di telinga Mina dan berkata, "Ingat, apa yang aku katakan di hari ketika aku terbangun dari koma? Saat itu aku tidak mengenali siapa pun dan tidak tahu dimana aku berada, tapi semua itu bukan karena aku melupakan ingatanku seperti yang di katakan dokter, tapi karena aku memang bukan Jeongyeon, apa kau percaya?"

Sejenak, Jeongyeon bertanya-tanya apakah ada yang akan percaya hal aneh seperti itu jika dia mengatakan yang sebenarnya.

Namun, kemudian dia memikirkan kecerdasan Mina dan bagaimana dia dulu sering mengujinya. Seharusnya dia sudah merasakan perubahannya saat itu.

Dia pasti bisa menerima kenyataan bahwa dia bukan Jeongyeon, kan?

Sebuah hembusan napas hangat membelai lembut daun telinga Mina,  meninggalkan sensasi geli.

Mina merenung sejenak lalu teringat apa yang dikatakan dokter Park padanya. Dia mengatakan bahwa orang berkepribadian ganda sering kali tidak menyadari adanya kepribadian lain dalam diri mereka.

Mereka mungkin mengalami amnesia atau hilang ingatan ketika kepribadian yang berbeda mengambil alih, sehingga tidak menyadari bahwa ada kepribadian lain yang berinteraksi dari dunia luar.

Ekspresi Mina tetap tidak berubah, tapi beban berat serta keraguannya selama ini seakan hilang dari hatinya dan dia merasa lega.

Jeongyeon menarik kepalanya sedikit, "Sedangkan sisanya, tidak pantas membicarakannya di sini."

Orang disebelahnya perlahan mundur dan aroma woody yang hangat pun perlahan menghilang.

Mina tiba-tiba merasa sedikit linglung sebelum berkata, "Ya."

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang