Chapter 34

284 55 3
                                        

Hari ini adalah hari ulang tahun nyonya Yoo dan dia mengundang banyak orang. Para istri kaya dikalangan pengusaha datang dengan anak-anak mereka, membawakan hadiah untuk merayakannya.

Jadi ketika Jeongyeon dan Mina bangun, rumah itu sudah ramai dan dekorasinya pun tampak sangat berbeda dengan apa yang mereka lihat tadi malam.

Berjalan ke lobi rumahnya sendiri terasa seperti berjalan ke ruang perjamuan makan yang indah. Sampanye, mawar dan orang-orang berpakaian formal, bersosialisasi di lantai bawah.

Melihat banyaknya orang yang tidak dia kenal berkumpul di lantai bawah, membuat Jeongyeon cemas. Jika di antara banyak orang itu ada beberapa kenalan pemilik aslinya, mereka pasti akan datang kepadanya dan berbicara dengannya.

Ini pasti akan sangat merepotkan dan melelehkan.

Apa yang harus dia lakukan?

Jeongyeon menatap punggung Mina yang berjalan di depannya. Dia tampak ragu-ragu sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk memegang ujung lengan baju Mina.

Merasakan gerakan itu, Mina berhenti berjalan dan menoleh ke arah tangan yang sedang mencubit ujung lengan bajunya. Alisnya sedikit terangkat ketika mendongak dan menunggu pihak lain bicara.

Jeongyeon mencoba berdiskusi dengan Mina, "Bisakah aku tidak turun ke bawah dan sarapan di atas saja?"

Begitu dia selesai bicara, suara nyonya Yoo terdengar dari samping dengan sedikit nada memanjakan, "Jeongyeon, akhirnya kau bangun juga. Teman-temanmu sudah datang sejak tadi, tapi kau masih tidur dan aku tidak ingin mengganggumu."

"......"

Jeongyeon tampak bingung, tapi dia masih ingat bahwa nyonya Yoo berulang tahun hari ini, jadi demi kesopanan, dia berkata dengan murah hati, "Selamat ulang tahun, eomma."

Dia lalu melirik ke lantai bawah dan bertanya, "Teman-temanku? Siapa?"

"Keluarga Lee, keluarga Cha dan keluarga Kim." nyonya Yoo meliriknya dan mengulurkan tangannya, ingin memegang kepalanya.

Namun Jeongyeon tiba-tiba menghindarinya, membuat nyonya Yoo mengernyit. Dia lalu menurunkan tangannya yang masih terulur dan berkata, "Kau masih tidak dapat mengingat mereka? Apakah ingatanmu belum kembali juga? Haruskah kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksanya nanti?"

Jeongyeon buru-buru menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu. Ini adalah hari ulang tahun, eomma. Aku bisa pergi nanti bersama Mina."

Nyonya Yoo menatapnya lama, seolah-olah melihat ke dalam dirinya, membuat Jeongyeon gugup setengah mati dan keringat dingin mengalir di punggungnya.

Menyadari kepanikan Jeongyeon, Mina tiba-tiba angkat bicara, "Eomma, selama ulang tahun."

Nyonya Yoo kembali sadar dan tidak mengungkitnya lagi. Dia menoleh untuk melihat Mina yang berdiri di sebelah Jeongyeon dan bertanya dengan lembut, "Mina, apakah kau ingin turun bersama eomma untuk bertemu orang-orang di bawah? Kau begitu sibuk sebelumnya dan belum pernah muncul di jamuan makan keluarga Yoo kami."

"........"

Mina tidak langsung menjawab, dia menoleh ke arah Jeongyeon lebih dulu sebelum kembali menatap nyonya Yoo yang sedang tersenyum padanya.

"Eomma, bisakah aku dan Jeongyeon tidak pergi ke bawah dan makan di atas saja? Aku merasa lelah dan ingin istirahat lebih lama sebelum acara nanti malam."

"........"

Senyum di wajahnya Yoo seketika menipis, dia tidak berpikir Mina akan menolaknya. Dia tidak bisa berkata-kata dan tentu dia juga tidak dapat memaksanya.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang