Mina sangat sibuk akhir-akhir ini. Dia awalnya berencana untuk memeriksa beberapa dokumen di siang hari dan bertemu Lisa dan dokter Park di sore hari.
Namun, dia tidak menyangka bahwa Chaeyoung akan melanggar larangannya dan datang ke sini untuk bertemu Jeongyeon.
Sekarang tidak mungkin baginya untuk pergi ke ruang kerja dan meninggalkan Chaeyoung bersama Jeongyeon untuk bermain.
Dia sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama adiknya itu dan tentu saja, dia tidak ingin Chaeyoung semakin menyukai Jeongyeon dari pada dirinya sendiri.
Mina benar-benar tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia lalu melihat ke arah Jeongyeon dan Chaeyoung yang saat ini sedang bermain ular tangga.
Dia memutuskan untuk mengambil laptopnya dan duduk di sofa untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Chaeyoung yang memperhatikan itu berkata dengan bijaksana, "Unnie, kau bisa pergi bekerja, aku akan bermain dengan kakak ipar di sini."
Mina seketika menghentikan gerakannya, dia menatap Chaeyoung yang anehnya tampak begitu bahagia hari ini.
Tsk!
Rasanya ingin sekali dia memukul kepala adik bodohnya itu.
Mina memaksakan senyumnya dan berkata dengan suara yang dipaksa terdengar selembut mungkin, "Apa kau tidak akan marah, jika aku tidak menemanimu bermain?"
Chaeyoung menggelengkan kepalanya, "Tidak."
Dia lalu berkata dengan ceria, "Cepat selesaikan pekerjaan unnie dulu dan setelah itu baru bermain denganku."
Setelah mengatakan itu, Chaeyoung menundukkan kepalanya dan berkata lagi, "Bibi Yoo berkata, tidak baik jika mengganggu pekerjaan orang lain. Jadi, karena itu, ketika para pelayan mengatakan bahwa unnie sedang sibuk bekerja, aku tidak akan datang untuk memintamu bermain denganku."
"........."
Mina langsung tidak dapat berkata-kata setelah mendengar perkataan adiknya yang terdengar begitu dewasa dan itu seperti menampar wajahnya secara langsung.
Jeongyeon yang menyadari hal itu mengusap-usap kepala Chaeyoung dan memujinya dengan lembut, "Chaeyoung sangat baik."
Meski Jeongyeon tahu bahwa nyonya Yoo mungkin melakukan sesuatu yang buruk hingga meninggalkan beberapa trauma pada pemilik aslinya, tapi dia harus mengatakan bahwa wanita paruh baya itu mengajar Chaeyoung dengan sangat baik.
Anak ini bahkan memiliki penampilan yang menyenangkan, kepribadian yang lembut dan imut. Dia juga terpelajar, tidak nakal dan bertindak tidak masuk akal.
Sungguh menakjubkan jika mengingat bahwa Chaeyoung tumbuh tanpa kasih sayang dari kedua orang tuanya dan dibesarkan oleh kakak yang sangat sibuk setiap harinya.
Mina menatap Chaeyoung dan tak kuasa menahan diri untuk mencubit pipinya, "Tapi, aku ingin bersamamu di sini. Kau tidak perlu khawatir, aku akan segera selesai."
Dia telah mengerjakan sebagiannya setelah dia kembali tadi malam, ditambah beberapa menit yang lalu dan yang perlu dilakukannya sekarang hanyalah menyelesaikan proses akhirnya.
Chaeyoung tidak menolak dan mengangguk setuju, "Baiklah, kalau begitu kami akan menunggu unnie selesai."
Kemudian dia berbisik kepada Jeongyeon, "Kakak ipar kita diam saja dulu dan jangan ganggu unnieku."
Jeongyeon menganggap Chaeyoung sangat lucu, tapi dia tetap mendengarkan nasehatnya.
Untuk sesaat, satu-satunya suara di ruang luas itu hanyalah suara Mina yang mengetik di keyboard.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
Fiksi PenggemarJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
