Chapter 51

123 43 12
                                        

Hari Senin adalah hari yang cerah. Setelah beberapa hari hujan, akhirnya kota ini kembali disinari matahari dan ramalan cuaca mengumumkan berakhirnya musim hujan yang berkepanjangan dengan suhu yang meningkat.

Sinar matahari mengangkat semangat orang-orang di pagi hari. Jeongyeon dan Mina bangun tepat waktu untuk sarapan. Yang satu menyiapkan makanan dan yang lainnya menikmati hidangan yang telah ditata rapi di atas meja.

Mereka juga diam-diam menghindari menyebutkan kejadian malam sebelumnya dan sibuk mengunyah makanan mereka.

Setelah sarapan, Jeongyeon bertanya pada Mina apakah dia nanti pulang cepat agar dia bisa menyiapkan makan malam untuknya.

Mendengar Jeongyeon akan memasak makan malam lagi, Mina tidak bisa menahan kebahagiaannya dan memutar-mutar tali tasnya dengan jarinya, "Belum tahu. Aku akan mengabarimu nanti."

Jeongyeon mengangguk mengerti dan tidak bertanya lagi, tapi tepat saat dia berjalan ke dapur, Mina tiba-tiba berkata, "Apa kau berencana pergi keluar hari ini?"

"Hah?" Jeongyeon sedikit terkejut.

"Bukankah kau melarangku untuk pergi bermain?"

Mina terkekeh, "Asalkan itu bukan tempat aneh dan orang-orang yang buruk, maka tidak apa-apa."

Jeongyeon merasa geli dan dalam suasana hati yang baik, "Mungkin tidak."

Alis Mina terangkat, penasaran dengan alasannya tidak pergi bermain dengan teman-temannya. Melihat rasa ingin tahunya, Jeongyeon kemudian berkata, "Tzuyu sedang sibuk dengan pekerjaannya dan Sana juga tidak ada di sini. Dia pergi ke Jepang kemarin dan baru akan pulang minggu depan."

"......."

Mina terdiam sejenak dan bertanya-tanya bagaimana Jeongyeon bisa tahu tentang rencana perjalanan Sana.

Apakah hubungan mereka memang sedekat itu?

Mina merasa sedikit tidak nyaman setelah memikirkannya dan bertanya, "Apakah kau luang hari sabtu?"

Jeongyeon yang tidak menyadari gejolak batin Mina hanya memutar matanya, "Tentu saja. Aku tidak punya kegiatan apapun dan hanya bisa bermalas-malasan di rumah. Apa yang kau harapkan dari seorang pengangguran yang hidup dari uang bulanan istrinya?"

Mina terkekeh mendengar sarkasmenya, "Bagus, kalau begitu aku akan mengajakmu ke suatu tempat untuk mengasah pikiranmu."

Jeongyeon mengerutkan kening dan berpikir beberapa detik, seolah-olah dia adalah orang sibuk, "Kita bicarakan nanti, seharusnya bisa terjadi."

Mina menggeleng pelan dan tidak membongkar kepura-puraanya, "Tidak apa-apa, kita bicarakan hari itu."

Setelah mobil Mina pergi meninggalkan mansion, Jeongyeon mulai berbaring di sofa dan bermain-main dengan ponselnya.

Sementara itu, di rumah tua keluarga Yoo....

Tuan Yoo sedang berada di rumah, menonton berita karena dia harus keluar untuk membahas bisnis siang nanti.

Nyonya Yoo tampak ragu-ragu beberapa kali untuk berbicara. Tuan Yoo menyadari ada sesuatu yang salah dengannya dan menatapnya beberapa kali, tapi tidak mengatakan apapun.

Ketika tuan Yoo hendak pergi ke ruang kerjanya, nyonya Yoo akhirnya memanggilnya, "Sayang, tunggu sebentar."

"Ada apa?" tanya tuan Yoo.

Nyonya Yoo menghela napas dan berkata dengan berat, "Ayo kita bicara di atas."

Tuan Yoo mengangkat tangannya untuk melihat jam tangannya, "Cepatlah."

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang