Chapter 18

367 73 18
                                        

Setelah menenangkan diri selama beberapa menit, Jeongyeon memberanikan diri untuk kembali membuka pintu kamar dan masih tercengang ketika melihatnya.

Kamar tidur itu sangat gelap, bukan karena tidak ada cahaya masuk dari luar, tapi itu seperti kegelapan yang suram.

Ruangan itu bahkan terasa sangat menyesakkan karena semua jendela di tutup rapat dengan tirai hingga tidak ada udara masuk ke dalam.

Jeongyeon menyalakan lampu dan mendapati semua dindingnya berwarna hitam, bahkan karpet, seprai, selimut dan bantal juga sama.

Tidak ada hiasan tambahan di ruangan besar itu, bahkan satu foto Kyungwan pun tidak ditemukan di dalamnya.

Satu-satunya yang di bisa di anggap hiasan hanyalah lampu samping tempat tidur. Namun bahkan penampakan lampunya pun bewarna hitam.

Lampu di ruangan itu bukanlah lampu pijar yang terang, juga bukan kuning hangat, tapi semacam lampu sorot yang tidak dapat dijelaskan dan agak menakutkan. Ini lebih seperti jenis pencahayaan yang sering dia lihat di diskotik dan bar.

Jeongyeon menekan tombol itu beberapa kali lagi dan lampunya berubah-ubah, tapi tidak pernah tampak normal.

Yang paling normal mungkin adalah cahaya redup, tapi hampir tidak dapat menerangi seluruh ruangan.

Jeongyeon semakin penasaran, kenapa pemilik aslinya mendekorasi kamarnya seperti ini?

Memberanikan dirinya, Jeongyeon berjalan ke dalam ruangan dan setelah menutup pintu, dia merasakan hawa dingin di punggungnya.

Dia berjalan mendekat dan membuka tirai yang menutup jendela, namun mendapati bahwa itu ternyata hanyalah sebuah hiasan.

"Apa-apaan?!"

Di balik tirai itu ada dinding dengan berbagai macam coretan di atasnya. Ada beberapa yang seperti berlumuran darah, membuatnya tampak seperti gambar hantu dan pembunuhan.

Ya tuhan, tempat macam apa ini?!

Mengingat kepribadian pemilik aslinya, Jeongyeon bertanya-tanya, mengapa dia bisa memiliki kamar seperti ini?

Dan, bukankah dekorasi ruangan ini terlalu suram?

Jeongyeon bahkan tidak berani untuk tinggal lama, tapi di tempat ini mungkin tersimpan banyak rahasia pemilik tubuh aslinya

Jadi, dia harus tinggal lebih lama dan memanfaatkan kesempatan ini untuk melihat apakah pemilik tubuh ini memiliki ponsel lain, buku harian atau semacamnya.

Ada setumpuk pakaian warna warni yang tersusun rapi di lemari. Jeongyeon memeriksanya tapi tidak menemukan apapun.

Meja samping tempat tidur tampak kosong, tapi dia menemukan dua kotak rokok di laci paling bawah.

Jeongyeon tidak terlalu kaget jika pemilik aslinya seorang perokok. Itu hal yang lumrah bagi laki-laki.

Dia kembali melanjutkan pencarian ke seluruh ruangan, tapi tidak menemukan sesuatu yang berguna.

Bosan mencari-cari, akhirnya dia hanya duduk lemas di atas karpet. Menengadah ke atas, melihat ke langit-langit kamar.

Struktur langit-langit ini juga berbeda dari langit-langit di luar. Itu berwarna hitam pekat dan bentuknya tidak terlalu datar, sedikit melengkung ke bawah.

Jeongyeon merasa cahaya di ruangan itu terlalu redup, jadi dia menyalakan senter ponselnya dan mengarahkan ke setiap sudut ruangan.

Dia tidak menemukan apapun yang mencurigakan sampai cahaya ponselnya menerangi ukiran di dinding yang sebelumnya di tutupi oleh tirai.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang