Mina yang berdiri di samping Jeongyeon juga selesai membaca catatan itu. Alisnya sedikit berkerut, merasakan sesuatu yang aneh.
Meskipun dia tidak sempat bertemu dengan kakek Yoo, tapi setahunya dia adalah sosok yang kuat di masa mudanya dan seseorang tokoh terkemuka.
Namun melalui nasehat yang dia tulis di catatan ini, ada rasa ketidakberdayaan di dalamnya. Apa yang bisa membuat pria seperti itu merasa tidak berdaya?
Dan...
Selain itu, bahkan catatan yang dia tinggalkan pun hanya berisi beberapa patah kata dan tidak ada informasi yang berharga.
Benar.
Mengingat sikapnya yang tidak ingin Jeongyeon menyelidiki masalah ini, bagaimana mungkin kakek Yoo meninggalkan sesuatu untuk mengungkap kebenaran?
Keluarga Yoo jelas menyembunyikan banyak hal dari dunia luar.
Di saat Mina sibuk dengan pikirannya, Jeongyeon mendesah pelan dan dengan hati-hati menutup catatan itu lalu meletakkannya kembali ke tempat asalnya.
Dia kemudian berkata dengan melankolis, "Dia tidak ingin cucunya terlibat, tapi sepertinya pemilik aslinya telah terlibat."
Bahkan, dia, orang dari dunia lain pun juga turut terlibat.
Mendengar kata-kata Jeongyeon, Mina tidak beraksi apapun. Dia hanya menatap ruangan yang penuh dengan buku-buku itu, merasa ada sesuatu yang di luar kendalinya. Perasaan ini membuatnya sangat tidak nyaman.
"Ayo kembali ke kamar sebelumnya." kata Jeongyeon dan Mina juga tidak keberatan.
Ketika mereka kembali, laptop yang tadi Jeongyeon tinggalkan telah terisi sedikit daya. Dia buru-buru menyalakannya dan melihat layar terkunci.
"........"
Jeongyeon menggaruk hidungnya dan bertanya dengan bingung, "Apa kata sandinya?"
Mina diam sejenak dan berkata, "....coba gunakan tanggal lahirnya."
Meskipun layar terkunci adalah hal yang umum bagi setiap penguna laptop, mereka berdua masih merasa sedikit terdiam saat itu.
Jeongyeon memasukan tanggal lahir pemilik aslinya dan kemudian layar laptop itu menampilkan kesalahan input.
Dia memegang dahinya dan mencoba mengingat kepribadian pemilik aslinya. Dari apa yang dia temukan hingga sekarang, dia yakin jika dia melakukan kesalahan setelah tiga kali dalam memasukkan kata sandi, program yang berisi informasi itu akan hancur dengan otomatis.
Dia baru saja memasukkannya sekali, jadi mereka sekarang hanya punya dua kesempatan yang tersisa untuk membukanya.
Di saat Jeongyeon sibuk bergelut dengan pikirannya, Mina sudah memikirkan hal lain dan mengulurkan tangan lalu mengotak-atik ponselnya.
Dia berniat meminta seorang ahli komputer untuk meretasnya dan membukanya dengan paksa.
Jeongyeon tiba-tiba berkata, "Coba lagi."
Dia lalu menatap Mina, mengerutkan bibir dan berkata pelan, "Mungkin ini tanggal lahir Kyungwan?"
Mengingat betapa pemilik aslinya menyukai Kyungwan, menjadikan tanggal lahirnya sebagai kata sandi bukanlah hal yang mustahil.
Jeongyeon tentu tidak tahu tanggal lahir Kyungwan, jadi dia menunggu Mina memberitahunya. Mina yang mendengar itu merasa masuk akal, dia kemudian mengirim pesan pada Suzy dan memerintahkan untuk mencari tahunya.
Hanya dalam beberapa detik, Suzy langsung mengirimkan apa yang di inginkannya. Mina mendapatkan angkanya, Jeongyeon lalu memasukannya dan benar saja, kuncinya berhasil di buka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
Fiksyen PeminatJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
